Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pertamina Diproyeksikan Sumbang 60% Minyak Nasional

Ekonomi pertamina
Ilham wibowo • 04 Januari 2019 20:23
Jakarta: Pemerintah berkomitmen menjadikan perusahaan milik negara bisa berandil lebih besar dari kebutuhan minyak nasional. Blok Rokan, blok minyak terbesar di Indonesia itu pun disebut segera dikelola oleh negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memaparkan pengelolaan Blok Rokan bakal diamanatkan kepada PT Pertamina. Blok yang hadir sejak 8 Agustus 1971 itu bisa memproduksi 207 ribu barel per hari, setara dengan 26 persen produksi nasional.

"Blok Rokan ini bagus potensinya, bahkan untuk 20 tahun ke depan," kata Jonan di ruang Sarula Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Hingga 2018, produksi minyak nasional yang dikelola Pertamina masih 36 persen. Jonan memastikan dengan kehadiran Blok Rokan Pertamina bisa menyumbang hingga 60 persen minyak nasional pada 2021. "Ekspektasi kami kontribusi minyak Pertamina menjadi 60 persen pada 2021. Pada 2018 ini juga capaiannya bagus karena 2017 masih 23 persen," ungkapnya.

Blok Rokan di Provinsi Riau dengan luas wilayah 6.264 km persegi ini memiliki dua lapangan minyak terbesar yakni Minas dan Duri. Potensi pendapatan negara ditaksir mencapai Rp823,4 triliun untuk 20 tahun ke depan.

Jonan menuturkan komitmen pasti pengelolaan pada lima tahun pertama kawasan ini sebesar Rp7,2 triliun. Blok yang saat ini masih dikontrak PT Chevron Pacific Indonesia yang kontraknya berakhir Agustus 2021 ini diperkirakan memiliki cadangan 26 miliar barel minyak.

Pengelolaan Blok Rokan juga dasari kondisi signature bonus yang disodorkan Pertamina sebesar USD784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun. Nilai tambah yang didapat dari keputusan ini yakni menjadikan Pertamina sejajar dengan world top oil company.

"Blok Rokan tanda tangan perjanjian kapan? Ini kan sebagian (pejabat Kementerian ESDM) masih cuti, mulai dibahas dalam dua minggu ke depan," ujar Jonan.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi