Realisasi Investasi Hulu Migas Masih Minim
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui realisasi investasi sektor hulu minyak dan gas (migas) baru mencapai USD3,9 miliar di sepanjang semester I-2018. Posisi investasi tersebut baru mencapai 27 persen dari target yang ditetapkan dari rencana kerja dan anggaran atau Work Program and Budget (WP&B) hingga akhir tahun ini sebesar USD14,2 miliar.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyatakan realisasi investasi yang masih sedikit, dikarenakan ada beberapa masalah, salah satunya terkait penundaan realisasi eksplorasi maupun eksploitasi di lapangan.

"Memang sudah masuk perencanaannya. Tapi kalau lapangannya tertunda, cadangan ada, tapi penyiapan tertunda, maka realisasinya tertunda," ucap Amien, ditemui dalam acara 'Media Briefing Kinerja SKK Migas di Semester I-2018', di Gedung City Plaza, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Dia menyebutkan, jika Final Investment Decision (FID) dinyatakan mundur, maka berpengaruh pada realisasi investasi migas. Lalu, apabila FID terselesaikan, maka realisasi investasi juga tentu akan mundur.

"Nah, ini yang bikin investasinya belum tercapai. Ini bukan batal tapi schedule-nya mundur. Ini belum terealisasi semester ini, bukan tidak jadi, tapi mundur," sebut dia.

Dia berharap, realisasi investasi akan terus bertambah, karena masih ada yang masih progress berjalan. "Nah harapannya akhir tahun bisa masuk realisasinya," tegas dia.

Sebelumnya telah diberitakan, penerimaan negara dari sektor hulu migas telah mencapai sebesar USD8,5 miliar atau setara Rp115 triliun hingga semester ‎I-2018. Jumlah penerimaan itu naik 36,51 persen dari pencapaian sebesar Rp84,24 triliun di sepanjang enam bulan pertama di 2017.

Amien mengatakan, ‎penerimaan sektor hulu migas telah mencapai 71 persen dari target pemerintah sebesar USD11,9 miliar dalam APBN 2018. Angkanya pun diprediksi akan mencapai 120 persen di akhir tahun ini.

"Revenue atau penerimaan yang naik signifikan, karena harga minyak dunia lebih tinggi dari yang kami perkirakan‎," ucap Amien.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id