Pemerintah Godok Harga Minyak Khusus bagi Pertamina
Pertamina. (ANT/Andika Wahyu).
Jakarta: Pemerintah sedang mencari solusi dalam menangani kenaikan harga minyak dunia agar tak membebankan neraca keuangan PT Pertamina (Persero) dan juga menjaga daya beli masyarakat.

Usai rapat koordinasi bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan situasi kenaikan harga minyak dunia yang sudah di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) di APBN membuat Pertamina cukup besar menanggung beban keuangan karena tak ada penyesuaian harga demi menjaga daya beli.

"Kami sudah membahas mengenai mekanisme agar di satu sisi masyarakat tetap bisa terjaga daya belinya, terutama karena tekanan dari harga minyak BBM dan di sisi lain Pertamina  sebagai suatu korporasi tetap memiliki going concern yang tetap baik," kata dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Salah satu yang dikaji dalam perumusan tersebut yakni usulan terkait perhitungan harga khusus minyak mentah untuk alokasi dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian ESDM. Usulan DMO tersebut meminta agar pembelian minyak mentah oleh Pertamina yang selama ini menggunakan acuan harga pergerakan minyak global, diubah menjadi menjadi berpatok pada harga ICP.

"DMO lagi dihitung bersama Pertamina, BUMN, ESDM, dan Menkeu. Surat juga dilayangkan ke dewan, untuk menyampaikan mekanisme yang telah diatur," pungkasnya.

Sebagai informasi, harga minyak dunia pada 2 Mei 2018, untuk brent crude (ICE) telah mencapai USD73,03 per barel dan WTI Crude Oil (Nymex) USD67,44 per barel. Sedangkan harga minyak indonesia atau ICP dalam APBN sebesar USD48 per barel.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id