Pipa penyaluran gas bumi PGN
Pipa penyaluran gas bumi PGN

Penyaluran Gas Bumi PGN Melonjak

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 19 Juni 2019 09:41
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN telah menyalurkan gas alam selama periode Januari-Mei 2019 dengan volume yang jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu.
 
Sejak awal tahun 2019, penugasan penyaluran gas alam yang diamanatkan kepada PGN selaku subholding gas, mencapai 133.814 sasaran rumah tangga (SR). Sedangkan volume yang mampu disalurkan mencapai 4.10 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 35.055.000 meter kubik (M3).
 
Secara keseluruhan, penugasan tersebut tidak beranjak dari target tahun lalu. Namun demikian, realisasi pelayanan gas alam yang dilakukan PGN selama lima bulan ini telah jauh melampaui kinerja pada tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan catatan PGN, penyaluran gas alam mencapai 6.118.426 M3 selama periode Januari sampai Mei 2019. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume itu melonjak 43,5 persen. Tahun lalu volume yang disalurkan sebesar 4.265.823 M3. Secara total, gas alam yang disalurkan dalam ukuran juta kaki kubik (MMSCF) pun ikut melonjak.
 
Selama lima bulan pertama tahun ini, volume yang disalurkan sebesar 216,07 MMSCF, naik 43,1 persen dibandingkan 151 MMSCF pada periode sama tahun lalu.
 
Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan proses holding migas dan peran PGN sebagai subholding gas telah menggenjot kinerja penyaluran gas bumi.
 
“Naik hampir 50 persen untuk periode lima bulan saja, kami harapkan kenaikan yang signifikan ini pun akan terus melonjak hingga akhir tahun,” tutur dia dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 19 Juni 2019.
 
Dia menilai lewat integrasi infrastruktur gas setelah bergabungnya PT Pertamina Gas (Pertagas) di bawah PGN selaku subholding gas mampu mendongkrak nilai efisiensi dan efektivitas. Dari catatan internal, pada tahun lalu total volume yang disalurkan mencapai 11.469.504 M3 dan sebesar 405 MMSCF.
 
“Tahun ini, kami pastikan volume itu akan tedongkrak secara signifikan,” tegas Rachmat.
 
Terdapat 14 area operasi penyaluran gas alam oleh PGN. Seluruh area operasi itu tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Batam, dan Papua.
 
Rachmat mengatakan secara perlahan, holding Migas di bawah PT Pertamina (Persero) akan memperkuat ketahanan energi nasional. Secara khusus pengembangan dan penguatan infrastruktur akan berjalan secara massif dalam jangka waktu ke depan.
 
“Kalau saat ini saja pascaholding, PGN telah mengelola infrastruktur distribusi dan transmisi gas paling besar di Tanah Air. Namun jumlah itu belum cukup, kami bahu membahu dengan pemerintah untuk memperluas dan memeratakan distribusi gas alam yang terbukti efisien dan aman bagi masyarakat kita,” tutur Rachmat.
 
Sebagai informasi, Indonesia saat ini merupakan eksportir gas bumi terbesar kelima di dunia, dengan memiliki cadangan gas tebesar ke-13. Oleh karenanya harga jualnya bisa lebih murah dariliquified petroleum gas(LPG) yang masih harus impor untuk komponen minyak.
 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif