Ilustrasi tambang Freeport. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi tambang Freeport. (FOTO: Media Indonesia)

Freeport Jadi Daya Jual Jokowi di Debat Kedua

Ekonomi debat capres freeport
Suci Sedya Utami • 15 Februari 2019 20:14
Jakarta: Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia menilai divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) akan menjadi jualan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat kedua.
 
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Muhammad Faisal memandang perebutan saham Freeport di era pemerintahan calon petahana akan digunakan sebagai bahan pencapaian yang diulas oleh Jokowi. Jokowi diperkirakan masih akan mengulang pernyataan terkait masterpiece di era kepemimpinanya.
 
"Divestasi Freeport salah satunya, pencapaian yang menjadi daya jual bagi petahana," kata Faisal dalam sebuah diskusi di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun demikian, kata Faisal, dari sisi nomor 02 Prabowo Subianto sebagai lawan tentu akan mengkritisi proses divestasi tersebut. Dia bilang Prabowo tentu akan mengomentari kelemahan-kelemahan dalam divestasi anak usaha perusahaan asal Amerika Serikat itu.
 
Hal senada juga disampaikan oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Bhima memperkirakan Prabowo akan mempertanyakan cara pemerintah dalam merebut saham perusahaan tambang di tanah Papua itu. Terlebih karena harus mengeluarkan dana yang besar untuk mengembalikan aset negara.
 
"Isu soal Freeport berkaitan dengan divestasi akan jadi bahan debat capres 02. Berkaitan dengan isu divestasi semu dan utang global bond Inalum yang beratkan keuangan BUMN," kata Bima.
 
Namun, kata Bhima, serangan tersebut akan dengan mudah ditangkis oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Bhima beranggapan Jokowi bakal mengklaim kesuksesan di era pemerintahan dirinya yang berhasil mengambilalih saham mayoritas Freeport Indonesia.
 
Jokowi akan memamerkan hasil kerja keras kabinetnya yang dengan cepat bisa menyelesaikan pekerjaan rumah pemerintahan terdahulu. Meskipun harus dengan cara berutang, mantan Wali Kota Surakarta itu lebih akan mengangkat persoalan manfaat yang lebih besar yang bisa didapat sehingga bisa menutup utang tersebut.
 
"Mereka akan counter dengan negosiasi Freeport memakan waktu lama dan belum tuntas di pemerintahan seblumnya. Jadi ini kesuksesan petahana. Meskipun divestasi saham dibeli lewat utang tapi keuntungan jangka panjangnya lebih besar," jelas Bhima.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif