Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

11 Investor Minati Lima Blok Migas yang Baru Dilelang

Ekonomi migas kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 13 Maret 2019 11:52
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan lelang lima wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas (migas) tahap I-2019 telah diminati oleh investor atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
 
Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan ada 11 investor yang telah mengakses dokumen penawaran. Lelang lima blok tersebut dilakukan pada akhir Februari di mana dua blok merupakan eks produksi dan tiga blok merupakan eksplorasi.
 
"Belum sebulan (ditawarkan), tapi hasilnya sudah ada 11 yang mengakses bid document," kata Djoko seperti dilansir dalam laman resmi Kementerian ESDM, Rabu, 13 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila dirinci, Blok Anambas diminati dua investor, Blok West Ganal diminati tiga investor, Blok West Kaimana diminati satu investor, Blok Selat panjang diminati tiga investor, dan Blok Kampar diminati dua investor.
 
"Padahal Blok West Ganal ini signature bonusnya USD15 juta, diperebutkan oleh tiga investor," papar Djoko.
 
Djoko mengatakan banyaknya investor yang mengakses bid document menjadi sinyal yang bagus bagi industri migas Indonesia. "Ini belum sebulan (ditawarkan). Nanti sampai 24 April (batas akses dokumen penawaran) bisa lebih dari 11 (jumlah investor)," ujar Djoko.
 
Investor yang mengakses dokumen mayoritas merupakan perusahaan migas besar. Terutama Blok West Ganal yang terletak di lepas Pantai Selat Makassar.
 
Setelah mengakses dokumen penawaran, investor yang berminat harus memasukkan dokumen partisipasi paling lambat 25 April 2019. Selanjutnya, Pemerintah akan melakukan seleksi dan kemudian mengumumkan pemenangnya.
 
Selengkapnya WK migas yang ditawarkan tersebut adalah:
 
1. Blok Selat Panjang
Lokasi: Daratan Riau.
Total area: 942,37 km2.
Cadangan (2P): 26,1 MMSTB (minyak) dan 62 BSCF (gas).
Sumber daya: tujuh prospek dan 17 lead sebesar 1.861 MMBOE (P50).
Produksi: terakhir berproduksi pada 21 Februari 2018 dengan produksi satu BOPD.
Minimal bonus tanda tangan: USD5 juta.
Minimal komitmen kerja pasti: Studi G&G, lima sumur eksplorasi, seismik 2D 500 km, dan seismik 3D 200 km2 senilai minimal USD62.991.080.
 
2. Blok West Kampar
Lokasi: Daratan Riau & Sumatra Utara.
Total area: 894,48 km2.
Cadangan: 8,3 MMSTB (minyak).
Sumber daya: tiga prospek dan 20 lead sebesar 4.322 MMBOE (P50).
Produksi: terakhir produksi pada 27 Maret 2017 dengan produksi 112 BOPD.
Minimal bonus tanda tangan: USD5 juta.
Minimal komitmen kerja pasti: Studi G&G, enam sumur eksplorasi, seismik 2D 500, dan seismik 3D 200 km2 senilai minimal USD64.433.080.
 
3. Blok West Ganal
Lokasi: Lepas Pantai Selat Makassar.
Total area: 1.129,06 km2.
Sumber daya: 209,7 MMBOE.
Minimal bonus tanda tangan: USD15 juta.
Minimal komitmen kerja pasti: Studi G&G, tiga sumur eksplorasi, seismik 3D 400 km2, dan seismik 2D 500 km.
 
4. Blok West Kaimana
Lokasi: Daratan dan Lepas Pantai Papua Barat.
Total area: 4.116,27 km2.
Sumber daya: 2.443,29 MMBO (minyak) dan 4.638,39 BCF (gas).
Minimal bonus tanda tangan: USD2 juta.
Minimal komitmen kerja pasti: Studi G&G, satu sumur eksplorasi dan seismik 2D 200 km.
 
5. Blok Anambas
Lokasi: Lepas Pantai Natuna.
Total area: 3.434,33 km2.
Sumber daya: 260,36 BCF (gas) dan 26,04 BSCF kondensat.
Minimal bonus tanda tangan: USD2 juta.
Minimal komitmen kerja pasti: Studi G&G dan satu sumur eksplorasi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif