KESDM Setujui 4 Kontrak Blok Migas
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ditandatangani empat blok minyak dan gas (migas) melalui skema bagi hasil atau gross split. Seluruhnya merupakan perpanjangan kontrak yang kontrak sebelumnya berakhir pada 2019 dan 2020.

Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto keempat blok yakni Bula, Salawati, Kepala Burung dan Malacca Strait. Keempatnya merupakan perpanjangan untuk 20 tahun ke depan dengan kontraktor sebelumnya termasuk Pertamina.

Pertama, kontrak blok Bula dengan kontraktor Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. yang sekaligus juga sebagai Operator.

"Kontrak sebelumnya akan berakhir pada 31 Oktober 2019," kata Djoko pada saat jumpa pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Kedua blok Salawati dengan kontraktor Petrogas (Island) Ltd sekaligus sebagai Operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati. Kontrak blok Salawati akan berakhir pada 22 April 2020.

Ketiga, blok Kepala Burung dengan Kontraktor Petrogas (Basin) Ltd. sekaligus sebagai operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati Basin. Menurut dia, kontrak bagi hasil wilayah kerja ini akan berakhir pada 14 Oktober 2020.

Terakhir, blok Malacca Strait dengan Kontraktor EMP Malacca Strait SA sekaligus sebagai operator dan PT Imbang Tata Alam. Kontrak blok ini akan berakhir pada 4 Agustus 2020.

"Partisipasi Interest yang dimiliki oleh para Kontraktor tersebut termasuk Partisipasi Interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD," ujar dia.

Dia mengatakan, total bonus tanda tangan atau signature bonus dari empat Kontrak Bagi Hasil tersebut adalah sebesar USD5,5 juta atau setara Rp73,7 miliar.

Sedangkan perkiraan total nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah sebesar USD148,4 juta atau setara Rp1,9 triliun (asumsi nilai tukar rupiah sesuai APBN 2018 adalah sebesar Rp13.400 per dolar Amerika Serikat).

"Pemerintah berpesan kepada Kontraktor, agar terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi dari Wilayah Kerjanya," tutupnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id