Melemahnya Rupiah dan Kenaikan ICP Kurangi Keuntungan PLN

Annisa ayu artanti 22 Mei 2018 22:42 WIB
pln
Melemahnya Rupiah dan Kenaikan  ICP Kurangi Keuntungan PLN
Illustrasi. Ant/Agung Rajasa.
jakarta: PT PLN (Persero) mentaksir keuntungan perseroan pada semester I-2018 akan menurun karena tetap mempertahankan tarif listrik untuk tidak berubah meski rupiah terus melemah dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) terus meningkat.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprapteka mengatakan, penentuan tarif listrik adjustment untuk 12 golongan mengacu pada tiga hal yaitu ICP, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan inflasi. Seharusnya tarif listrik naik dengan kondisi seperti ini yakni level rupiah sebesar Rp14.200 per USD dan ICP sebesar USD67,43 per barel.

"Mustinya (tarif listrik) naiklah tapi sudah ada komitmen pemerintah-PLN kepada rakyat harus dijaga," kata Made di Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018

Akibatnya, lanjut Made, keuangan perseroan agak sedikit terganggu. Keuntungan perseroan akan tergerus pada semester I-2018 ini. Namun ia tidak menyebut besaran pengurangan keuntungan tersebut.

"Iya (keuntungan menurun). Berpengaruh lah," sebut Made.

Lebih lanjut, Made menambahkan, pemerintah dan PLN juga sudah berkomitmen untuk mengusahakan tarif listrik per kWh dapat ditekan. PLN akan melakukan efisiensi untuk memperkecil biaya pokok produksi.

"Tarif adjustment pemerintah punya komitmen, kita selalu dengar bagaimana kita usahakan harga kwh harus turun," tutup Made.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id