Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (Foto: BPH Migas)
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (Foto: BPH Migas)

Kebutuhan Gas untuk Pemindahan Ibu Kota Diperkirakan Cukup

Ekonomi pemindahan ibukota gas
05 Juli 2019 11:01
Tangerang: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan potensi kebutuhan gas terkait rencana pemindahan ibu kota di Kalimantan sekaligus menjadikan pulau tersebut sebagai kawasan green energy atau energi ramah lingkungan mencukupi.
 
"Jadi ini (diperkirakan) mencukupi semua. Dari sisi pasokan maupun kebutuhan gas, itu sudah ada semua termasuk untuk pemindahan ibu kota," ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, di Serpong, Tangerang Selatan, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Dia menjelaskan dari sisi alokasi gas BPH Migas diperkirakan kebutuhan gas bumi terkait rencana pemindahan ibu kota di Kalimantan sekitar 1.532,52 MMSCFD. Perkiraan kebutuhan itu terdiri dari perkiraan kebutuhan untuk pembangkit listrik sekitar 528,6 MMSCFD, kemudian potensi untuk kebutuhan ibu kota dengan asumsi 1,5 juta penduduk sekitar 34,7 MMSCFD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu potensi pemindahan 34 kantor kementerian membutuhkan sekitar 17,02 MMSCFD," tuturnya.
 
Sedangkan potensi kebutuhan gas untuk kawasan industri yang dibangun sepanjang Kalimantan yakni di Maloy Batuta (Kalimantan Timur), Tanah Kuning (Kalimantan Utara), Landak dan Ketapang (Kalimantan Barat) serta di Batulicin dan Jorong (Kalimantan Selatan) mencapai sekitar 851,2 MMSCFD.
 
"Begitu juga yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM bahwa potensi kebutuhan untuk jaringan gas bisa mencapai sekitar 101 MMSCFD," kata Fanshurullah Asa.
 
Dia menambahkan kebutuhan gas bumi di Kalimantan pada 2018-2027 berdasarkan neraca gas sebesar 622,51 MMSCFD. Sementara potensi alokasi pasokan dan pengembangan sumber gas di Kalimantan terbilang baik berdasarkan dari neraca gas bumi Indonesia 2018-2027.
 
"Maupun dari yang kami lihat terkait potensi kargo gas (alam cair) yang belum ada pembelinya atau uncommited di mana adanya potensi 40 kargo dan diperkirakan mencapai sekitar 2.609,49 MMSCFD," ujarnya.
 
BPH Migas berharap Kalimantan bukan hanya menjadi ibu kota baru bagi Indonesia, namun juga bisa menjadi percontohan bagi kawasan green energy secara nasional. Apalagi jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) teknokratik 2020-2024 semangatnya adalah menggunakan green energy untuk ibu kota.
 
"Tapi kalau kami ingin lebih luas, di mana bukan hanya green energy untuk area ibu kota juga melainkan juga mencakup seluruh area Kalimantan," pungkas Fanshurullah Asa.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif