Gasifikasi Batu Bara, Cara Jonan Tekan Impor BBM
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan terus mencari cara untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah yang selama ini turut menyumbang defisit perdagangan dan transaksi berjalan.

Dalam acara Pertamina Energy Forum, Jonan mengatakan salah satunya yakni mendorong percepatan coal Dimethyl Ether (DME) atau yang dikenal dengan gasifikasi batu bara. Jonan mengatakan selama ini gasifikasi batu bara memang sulit dilakukan karena harus mengganti komponen dan lain sebagainya, namun hal ini harus dilakukan.

"Makan waktu kalau serius 2-3 tahun selesai, coal to DME," kata Jonan di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis, 29 November 2018.

Salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk menjalankan gasifikasi yakni PT Bukit Asam Tbk atau PTBA. PTBA bersama Pertamina menjalin kerja sama strategis dalam hal pengembangan gasifikasi batu bara dengan Air Products and Chemicals Inc, perusahaan berbasis di Amerika Serikat.

Kerja sama meliputi pengembangan gasifikasi batu bara di Mulut Tambang Batubara Peranap, Riau untuk menjadi DME dan syntheticnatural gas (SNG).

Selain DME, kata Jonan, yakni dengan mendorong industrialisasi kendaraan listrik atau mobil listrik. Dia mengatakan listrik yang digunakan nantinya dihasilkan dari batu bara, gas alam, geotermal, air atau hydro, tenaga surya, bio massa, dan sebagainya.

Jonan mengatakan hal tersebut diharapkan bisa mengurangi impor minyak. Mantan Menteri Perhubungan ini menegaskan mobil listrik harus jalan, bila tidak maka dirinya memperkirakan impor BBM akan naik menjadi satu juta barel per hari di 2025 atau 2030.

"Jadi enggak usah debat, ada dua sekarang coal DME dan mobil listrik," tegas Jonan.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id