BBM Masih jadi Primadona Energi hingga 2050
BBM. MI/Panca.
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan bahan bakar minyak (BBM) masih akan menjadi sumber kebutuhan energi utama di dalam negeri.

Berdasarkan outlook energi yang dirancang BPPT menjelaskan pada 2050 pangsa kebutuhan energi final terbesar BBM mencapai 40,1 persen. Sementara kebutuhan energi di tahun tersebut mencapai 4,569 miliar barel oil equivalent (BOE). Bahkan selama 2016-2050, BBM akan terus menjadi primadona energi final terutama di sektor transportasi.

"Kalau menurut jenis masih dilahirkan oleh minyak," kata Deputi Bidang TIEM BPPT Eniya Listiani Dewi dalam diskusi bertajuk energy outlook di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Kebutuhan BBM (termasuk biodiesel) meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 4,7 persen per tahun. Pada 2016 kebutuhan BBM mencapai 69,1 juta kl dan meningkat menjadi 326,6 juta kl pada 2050.

Kebutuhan BBM ini sebagian besar dipenuhi dari impor. Impor BBM pada 2016 telah mencapai 22,9 juta kl dan diprediksi meningkat dengan pertumbuhan 6,3 persen per tahun menjadi 182,3 juta kl pada 2050.

Ekspor BBM saat ini sangat kecil, yaitu hanya sebesar 128 ribu kl dan menjadi 1,17 juta kl pada 2030 serta menurun menjadi 871 ribu kl pada 2050. Di sisi lain produksi BBM dari kilang minyak diperkirakan akan meningkat sebesar 3,4 perseen per tahun selama kurun waktu 2016-2050 dari 46,6 juta kl menjadi 144,2 juta kl.

Peningkatan produksi BBM karena adanya program RDMP untuk revitalisasi lima kilang minyak existing serta penambahan empat kilang minyak baru dengan kapasitas masing-masing 300 MBCD. Lebih jauh selain BBM kebutuhan energi final lainnya berasal dari listrik sebesar 21,3 persen, gas 17,7 persen, batu bara 11 persen. Serta sisanya elpiji, BBN, serta biomassa masing-masing di bawah empat persen.

 



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id