Ilustrasi kilang minyak Pertamina. (FOTO: dok Pertamina)
Ilustrasi kilang minyak Pertamina. (FOTO: dok Pertamina)

Pertamina Siap Laporkan Nilai Minyak Mentah di Luar Negeri

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 28 Mei 2019 12:23
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan siap untuk melaporkan nilai minyak mentah atau crude yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi di luar negeri.
 
VP Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan selama ini pihaknya telah melaporkan data mengenai impor, ekspor, investasi, dan lain sebagainya sesuai dengan ketentuan. Data tersebut dilaporkan pada pihak-pihak terkait.
 
"Apabila ada kebutuhan pelaporan tambahan, tentunya Pertamina siap mematuhi permintaan yang dibutuhkan sesuai koridor yang berlaku," kata Fajriyah dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan tim internal Pertamina akan mendalami informasi terkait pelaporan tersebut dan akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait data-data yang dibutuhkan.
 
Pertamina sebelumnya diwajibkan untuk melaporkan besaran transaksi dari hasil eksplorasi mereka di luar negeri yang dibawa pulang ke Indonesia. Kewajiban ini mulai berlaku efektif pada semester II tahun ini.
 
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan nantinya laporan tersebut akan diolah oleh Bank Indonesia (BI). Darmin mengatakan sebenarnya BI telah meminta laporan ini pada Pertamina sebelumnya, namun tidak kunjung diberikan dengan dalih Pertamina tidak paham mengenai apa yang mesti dilaporkan.
 
Nantinya laporan tersebut akan diolah dan masuk dalam neraca jasa. Selama ini besaran tersebut tidak masuk dalam neraca jasa namun di sisi lain volume crude yang berasal dari eksplorasi Pertamina di luar negeri selalu dicatatkan sebagai impor dalam neraca perdagangan. Ketidaktercatatan ini yang dianggap membuat perhitungan dalam neraca transaksi berjalan di sektor migas mengalami defisit yang menganga.
 
"Semester kedua BI meminta ke Pertamina supaya mereka buat laporan. Sebenarnya sekarang saja kita sudah minta setiap bulan buat disurati lagi. Sebelumnya BI merasa dia sudah minta minta, tapi enggak dikasih-kasih," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Namun, kata Darmin, nantinya yang dilaporkan bukan hanya crude yang dibawa pulang ke Indonesia. Dia bilang, crude dari hasil eksplorasi di luar negeri yang mereka jual di luar juga dilaporkan.
 
"Tetapi termasuk crude oil bagian Pertamina di luar yang enggak dibawa ke Indonesia, tapi dijual," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif