Energi Terbarukan. Dok;AFP.
Energi Terbarukan. Dok;AFP.

Kemenkeu Kaji Insentif Energi Terbarukan

Ekonomi energi terbarukan
Suci Sedya Utami • 19 Februari 2019 20:23
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji insentif bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Saat ini pengembangan beberapa jenis EBT masih terganjal biaya yang mahal.
 
Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan insentif fiskal ditujukan untuk mendorong agar pengembangan EBT makin optimal.
 
"Kita sudah ada beberapa analisis, itu memang akan kita review supaya lebih pro ke EBT," kata Rofy ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bebera bentuk fasilitas fiskal yang bisa diberikan, kata Rofy, di antaranya seberti perlakuan bea masuk, pajak penghasilan nilai (PPN) dan lain sebagainya yang diberikan untuk fasilitas pendukung pengembangan EBT.
 
Rofy mengatakan dalam memberikan insentif, Kemenkeu harus terlebih dahulu melihat kebijakan di sektoral tersebut dalam hal ini kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
"Insentif kan seiring dengan kebijakan sektornya seperti apa, nanti baru insentif itu dilakukan untuk mendukung kebijakan sektornya," jelas dia.
 


 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif