Pakai <i>Rooftop Solar</i> Bisa Hemat Listrik 30%
Panel surya, salah satu energi baru terbarukan untuk pembangkit listrik. Foto: MI/Liliek Dharmawan.
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong masyarakat menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap atau rooftop solar. Salah satu tujuannya untuk mengurangi tagihan listrik masyarakat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana menyampaikan penggunaan rooftop solar diklaim bisa menciptakan penghematan tagihan listrik hingga 30 persen.

"Minimal kita bisa berhemat 30 persen," kata Rida dalam sosialiasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 terkait penggunaan PLTS Atap, di Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 28 November 2018.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pun mengakui penghematan yang cukup signifikan setelah ia menggunakan rooftop solar. Ia mencontohkan rooftop panel surya yang sudah dipasang di rumah pribadinya sebesar 15,4 kWp dengan harga Rp200 juta. Kini, setiap bulan hanya membayar tagihan sebesar sekitar Rp1 juta dari sebelumnya Rp4,5 juta.

"Paling kurang hemat Rp2 juta-Rp3 juta per bulan, setahun mungkin bisa Rp30 juta-Rp40 juta. Dalam lima tahun, kembali dong uangnya," jelas Jonan.

Pemerintah telah menerbitkan ketentuan mengenai penggunaan rooftop solar atau panel surya. Ketentuan tersebut berbentuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 49 Tahun 2018 tentang penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap oleh konsumen PT PLN (Persero).

Aturan tersebut ditetapkan pada 15 November 2018 oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan serta diundangkan pada 16 November 2018. Aturan ini berlaku sejak tanggal diundangkan.

Dalam pasal II aturan anyar tersebut dikatakan bahwa penggunaan sistem PLTS Atap bertujuan untuk menghemat tagihan listrik pelanggan PLTS Atap. Rooftop solar yakni penggunaan alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya matahari menjadi sumber listrik.





(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id