Pemerintah Pesimistis Target 23% Energi Terbarukan Tercapai

Suci Sedya Utami 16 November 2018 12:25 WIB
energi terbarukan
Pemerintah Pesimistis Target 23% Energi Terbarukan Tercapai
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id)
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tidak yakin target penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) bisa mencapai 23 persen di 2025. Hal tersebut lantaran perkembangan saat ini realisasinya masih rendah di mana hingga September 2018 capaian penggunaan EBT baru 12,32 persen.

"Saya khawatir tidak bisa mencapai 23 persen kalau lihat perkembangannya," kata Jonan di Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Jonan mengatakan salah satunya dipengaruhi oleh investasi di sektor tersebut. Untuk tahun ini, realisasi investasi di sektor EBT dan Konservasi Energi baru mencapai 40 persen hingga kuartal III. Taget investasi sektor dimaksud di 2018 sebesar USD2,01 miliar. Artinya realisasinya baru sekitar USD800 juta.

Selain itu mengonversi bahan bakar ramah lingkungan, misalnya, menjadi etanol dalam jumlah yang besar bukan perkara mudah. Jonan bilang di Indonesia bahan baku untuk menghasilkan etanol dalam kadar yang besar cukup sulit. Contohnya dari tebu atau ketela yang menjadi pengganti makanan pokok masyarakat lokal. Artinya bila menggunakan bahan tersebut harus bersaing dengan konsumsi manusia.

"Saya sangat berharap dan mendorong ada industri pertanian atau perkebunan yang besar misal menanam ketela dalam skala jutaan hektare dikonversi jadi etanol. Sehingga jadi campuran," tutur dia.

Kendati capaian EBT masih minim, kata Jonan, pemerintah berupaya mengejar targer tersebut di sisa waktu tujuh tahun ke depan. Apalagi makin banyak masyarakat yang mendukung penggunaan energi hijau menjadi sokongan bagi pemerintah untuk menyediakan energi tersebut.

"Komitmen pemerintah 23 persen bauran energy mix bisa jalan. Kami coba sampai 20 persen kurang lebih," jelas Jonan.

Sementara itu Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan banyak cara untuk mencapai target tersebut. Salah satunya dengan menggalakkan energi tenaga matahari bisa melalui panel atap surya (rooftop solar) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tentunya pemerintah harus segera mengeluarkan aturan khusus mengenai rooftop solar dan juga memberikan insentif.

"Saya rasa target 23 persen masih bisa tercapai. Potensi rooftop masih besar by 2025 peak bisa 12-16 gigawatt. Perlu kebijakan dan insentif dari pemerintah dan harus visi jangka panjang," pungkas dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id