Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Cara PLN Turunkan Tarif Listrik tanpa Tambah Subsidi

Ekonomi pln tarif listrik
Suci Sedya Utami • 18 April 2019 13:17
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) memiliki cara sendiri untuk menurunkan tarif listrik tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui tambahan subsidi.
 
Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan penambahan subsidi memang merupakan langkah yang paling cepat untuk menurunkan harga. Penurunan harga dalam tempo singkat ini yang dijanjikan Prabowo-Sandiaga.
 
Namun PLN enggan menambah beban keuangan negara di tengah banyaknya tuntutan program pemerintah yang juga memerlukan banyak pendanaan. Sebab, dia bilang, penambahan subsidi bisa lebih dari Rp60 triliun agar tarif listrik turun secepat kilat. Saat ini saja subsidi listrik dalam APBN 2019 dialokasikan sebesar Rp57 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya, kata Sofyan, PLN lebih memilih dengan cara efisiensi dalam kegiatan operasional. Namun penurunan tarif listrik dengan cara ini perlu waktu. Sebab harus mengubah energi primer di pembangkit dengan biaya yang lebih efisien.
 
"Kalau kami mencoba untuk efisiensi tapi menang mesti gradually," kata Sofyan pada Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
 
Sofyan mengatakan saat ini PLN pun tengah berproses untuk mengganti pembangkit-pembangkit yang dinilai tidak efisien dengan menggunakan teknologi ultra super critical. Serta mengurangi penggunaan energi primer dalam bentuk bahan bakar minyak (BBM) menjadi energi baru terbarukan.
 
"Lalu membangun transmisi lebih besar lagi sehingga banyak pembangkit-pembangkit murah kita bisa bawa ke dalam, sehingga picker-picker itu kita bisa kurangi, pembangkit-pembangkit cadangan yang dalam bentuk BBM dan gas tentu kita bisa tekan, sehingga fuel mix-nya efisien kita bisa menurunkan harga pokok," tutur dia.
 
Mantan Direktur Utama BRI ini mengatakan progres efisiensi pembangkit yang dilakukan sejak empat tahun lalu kini membuahkan hasil. Harga listrik kini sudah turun signifikan antara USD1,5-USD2 sen per Kwh.
 
Apalagi nantinya dengan banyaknya pembangkit dari program 35.000 megawatt (mw) yang bisa dioperasikan di tahun ini diyakini bisa kembali menurunkan tarif listrik.
 
Adapun penambahan kapasitas pembangkit di 2019 sebanyak 4.023 mw. Sementara realisasi penambahan pembangkit dari 2015-2018 mencapai 10.092 mw. Dengan adanya tambahan di tahun ini maka total penambahan kapasitas pembangkit di era pemerintahan Jokowi-JK mencapai 14.115 mw.
 
Selain pembangkit, PLN juga akan menambah transmisi di tahun ini dengan panjang 13.529 kilometer sirkuit (kms). Adapun penambahan transmisi di 2015-2018 mencapai 14.457,5 kms. Selain itu, terdapat rencana penambahan gardu induk di tahun ini sebesar 24.201 Mega Volt Amper (MVA). Dalam empat tahun terakhir penambahan gardu induk mencapai 56.653 MVA.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif