Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Medcom /Annisa Ayu Artanti.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Medcom /Annisa Ayu Artanti.

Pemerintah Kebut Operasional Proyek Migas

Ekonomi gas
Suci Sedya Utami • 03 Oktober 2018 05:29
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengupayakan percepatan sejumlah proyek migas untuk menahan potensi defisit dan meningkatkan produksi gas dalam negeri.
 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pihaknya akan medesak plan of development (POD) atau rencana pembangunan beberapa proyek agar segera dirampungkan.
 
"Mau secepat-cepatnya, POD dipaksa cepat masuk," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Oktober 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam buku neraca gas bumi Indonesia periode 2018-2027 yang baru saja diluncurkan Kementerian ESDM tercatat target lifting gas di tanah air bisa mencapai 8.048 MMSCFD. Tahun ini lifting gas diperkirakan mencapai 7.452 MMSCFD dan di tahun 2025 akan terjadi puncak lifting sebesar 8.661 MMSCFD.
 
Untuk mencapai proyeksi tersebut setidaknya harus didukung dengan kondisi terealisasinya beberapa proyek gas bumi di antaranya:
 
Pertama beroperasinya Lapangan Alur Siwah, Rambong, dan Lapangan Julu Rayeu (Medco Blok A) pada 2018. Proyek Blok A ini bisa mencapai produksi puncak sebesar 67,4 MMSCFD.
 
Kedua beroperasinya Lapangan MDA & MBH, serta MDK (HCML) dengan total produksi puncak 120 MMSCFD, Jambaran Tiung Biru, Lapangan Badik, dan West Badik (PHE Nunukan) pada 2019. Jambaran Tiung Biru bisa memproduksi paling tinggi 330 MMSCFD.
 
Ketiga mempercepat proyek BP Berau Expansion (LNG Train 3) berproduksi pada tahun 2020. Produksi puncaknya 709 MMSCFD.
 
Keeempat Lapangan Merakes (Eni Sepinggan) dan ASAP Kido Merah (Genting Oil) pada 2021. Produksi puncak Lapangan Merakes mencapai 391 MMscfd. Sedangkan ASAP Kido 170 MMSCFD.
 
Kelima Lapangan Gendalo, Gandang, dan Gehem (IDD Project) yang beroperasi pada tahun 2022. Keenam, beroperasinya Lapangan Abadi (Inpex Masela) pada tahun 2027 dengan puncaknya 1.200 MMSCFD. Terakhir beroperasinya Blok East Natuna di tahun 2027 yang diperkirakan memiliki potensi yang besar, cadangan gasnya mencapai 46 tcf.
 
Selain itu, pemerintah juga ingin mempercepat produksi proyek Blok Masela yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian kajian desain awal (pre font end engineering design/Pre-FEED). Puncak produksi Blok Masela diperkirakan akan mencapai 1.200 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif