Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Produksi Kilang Plaju Tembus 103,4%

Ekonomi kilang minyak pertamina
Suci Sedya Utami • 16 Maret 2019 10:37
Plaju: Pertamina Refinery Unit (RU) III atau Kilang Plaju membukukan operasional 2018 dengan kinerja positif. Hal tersebut dibuktikan dengan produksi BBM RU III yang mencapai 103,4 persen atau meningkat dari 35,2 juta barel di 2017 menjadi 36,3 juta barel.
 
General Manager RU III Yosua I M Nababan mengatakan kinerja tahun tahun lalu meningkat cukup signifikan karena didukung oleh optimasi inovasi rekayasa recovery waste oil yakni metode upgrading unvaluable produk menjadi valuable produk.
 
"Patut disyukuri, di tengah kondisi minyak dunia yang penuh ketidakpastian (VUCA), RU III mampu meningkatkan produksi dibandingkan 2017. Penyumbang terbesar peningkatan produksi tersebut dipengaruhi dengan adanya pemanfaatan waste oil menjadi produk bernilai khususnya mogas dengan kualitas yang prima", kata Yosua dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 16 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rekayasa recovery waste oil merupakan salah satu program terobosan dalam menjaga security of supply BBM area Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) dan diklaim mampu memberikan peningkatan margin RU III sebesar Rp128,3 miliar per tahun.
 
“Tidak hanya peningkatan volume produksi minyak, kilang petrochemical kami yang memproduksi biji plastik produksinya mencapai diatas target sebesar 45.200 ton per tahun setara dengan 102 persen dari target 2018," ujar dia.
 
Selain itu di penghujung 2018 Kilang Plaju menjadi pilot project Green Refinery yakni pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan. Uji coba skeme co-processing dengan injeksi RBDPO secara bertahap 2,5-7,5 persen yang mampu memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dengan octane number hingga 91,3.
 
Adapun di 2019 Pertamina RU III menargetkan total produksi sebesar 36,23 juta barel dengan tantangan baru untuk terus menjalankan program Green Refinery Pertamina RU III secara konsisten dan menjalankan program B20 sesuai dengan kebijakan pemerintah. Yosua bilang melalui penciptaan energi ramah lingkungan, kualitas hidup akan menjadi lebih baik.
 
Pertamina RU III terus mendorong penciptaan inovasi, value creation, dan potensi efisiensi untuk menjadikan operasi yang lebih efisien dan kompetitif mengingat tantangan yang kompleks dari kilang yang sudah tua. Meninjau aspek HSE, Pertamina RU III telah memperoleh penghargaan World Safety Organization dengan pencapaian Jam Kerja Aman tertinggi yakni 84.427.230 juta jam kerja aman.
 
Pencapaian ini tidak lepas dari kinerja terbaik seluruh lini pekerja RU III dalam menjaga kehandalan kilang yang optimal. Lebih lanjut Pertamina RU III akan terus berkomitmen untuk mendukung pencapaian kinerja Pertamina (Persero) dalam memenuhi target energi nasional dan memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
 
“Mewujudkan target kinerja yang optimal tidak dapat kami lakukan sendirian. Kolaborasi, dukungan, dan doa dari seluruh stakeholder RU III khususnya yang berada di wilayah Sumbagsel merupakan hal yang tak terpisahkan dari bisnis kami," jelas Yosua.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif