Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Penyesuaian Tarif Diyakini Bikin Keuangan PLN Bersinar

Ekonomi pln tarif listrik
Suci Sedya Utami • 27 Juni 2019 18:15
Jakarta: PT PLN (Persero) mengatakan opsi penyesuaian (adjustment) tarif listrik di tahun depan bakal berdampak positif bagi keuangan perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, PLN mendapat penugasan untuk menahan kenaikan tarif listrik.
 
Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan ada beberapa cara untuk menjaga keuangan perseroan selain dengan adjustment. Selama ini, kata Sarwono, ada kompensasi yang diberikan oleh pemerintah pada PLN berdasarkan realisasi penyaluran listrik yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu ada juga dari upaya efisiensi operasional yang dilakukan PLN.
 
"Adjustment ya membuat keuangan lebih baik," kata Sarwono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait dengan rencana pengurangan kompensasi yang dilakukan pemerintah, Sarwono mengatakan tidak masalah asalkan ada penyesuaian tarif. Terlebih lagi didukung oleh kondisi ekonomi makro terutama nilai tukar dan harga minyak.
 
"Kalau enggak ada adjustment tapi ada kompensasi cukup. Kalau tahun ini misalnya kondisi makro bagus, terus tarif adjustment bisa ya bagus lagi. Tetapi even tarif adjustment enggak ada, kalau ini kondisi makronya bagus ya tidak masalah," ujar dia.
 
Lebih lanjut dirinya menegaskan PLN tidak mencari keuntungan. Untung yang diperoleh selama ini hakikatnya kembali lagi ke masyarakat dan untuk menambah investasi.
 
Dalam kesempatan yang sama Plt Direktur Utama PLN Djoko R Abumanan mengatakan penyesuaian listrik menjadi konsekuensi apabila pemerintah mengurangi kompensasi untuk PLN dari tahun lalu sebesar Rp23,17 triliun. Namun semuanya dikembalikan ke pemerintah sebab kenaikan tarif merupakan persetujuan dari pemerintah.
 
"Ya konsekuensi kalau enggak mati listrik, mau mati listrik? Tapi kan itu kebijakan pemerintah, kebijakan enggak di kami, kami hanya usaha biar murah," jelas Djoko.
 
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan anggaran negara untuk alokasi subsidi listrik bisa ditekan hingga Rp6 triliun pada tahun depan, apabila golongan 900 volt ampere (VA) mengikuti penyesuaian tarif.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan saat ini ada dua golongan rumah tangga yang menggunakan daya 900 VA yakni golongan mampu dan golongan subsidi. Untuk golongan subsidi sudah pasti mendapatkan tarif subsidi, namun untuk golongan mampu wajib mengikuti tarif penyesuaian sesuai yang berlaku misalnya jika naik maka ikut naik, jika turun maka ikut turun.
 
Namun selama ini demi menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan penyesuaian golongan mampu tersebut ditiadakan sementara. Artinya golongan mampu juga ikut merasakan tarif subsidi seperti golongan 900 VA yang memang berhak mendapatkan subsidi.
 
Rida mengatakan jika golongan 900 VA mampu tersebut disepakati bersama dengan DPR untuk tetap dilakukan penyesuaian atau tarifnya mengikuti keekonomian, dalam arti mengalami kenaikan dari tarif subsidi yang selama ini didapatkan, maka akan bisa mengurangi subsidi hingga Rp6 triliun.
 
Namun, naik tidaknya tarif listrik akan sangat tergantung dari banyak faktor. Salah satunya harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
 
"Jadi misalkan itu dilepas mengikuti tarif adjustment akan mengurangi Rp6 triliun. Tarif adjustment itu akan otomatis naik apabila faktor pembentukan harga itu naik," tutur Rida di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 20 Mei 2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif