Direktur Utama PLN nonaktif Sofyan Basir. Mi/Panca Syaukarni.
Direktur Utama PLN nonaktif Sofyan Basir. Mi/Panca Syaukarni.

PLN Jamin Penahanan Sofyan tak Ganggu Layanan Lebaran

Ekonomi pln
Suci Sedya Utami • 28 Mei 2019 19:32
Jakarta: PT PLN (Persero) memastikan pelayanan terhadap masyarakat terlebih menjelang lebaran 2019 tidak akan terganggu dengan kasus Direktur Utama PLN nonaktif Sofyan Basir yang kini telah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Seluruh pasokan dan tim siaga telah kami kerahkan demi kehandalan pasokan listrik di tanah air," kata Plh Executive Vice President Communications and CSR PLN Dwi Suryo Abdullah dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada saat Idul Fitri pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja dikarenakan banyaknya industri yang berhenti beroperasi (libur).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun, namun kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga," ungkap Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.
 
Meski demikian, PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. Hal ini untuk menjamin pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama ramadan hingga lebaran nanti.
 
"PLN telah menetapkan masa siaga lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga," imbuh Amir.
 
Sementara itu sejumlah upaya telah dilakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan, meliputi:
 
1. Kesiapan (availability) unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi
 
2. Menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali pekerjaan emergency/perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan.
 
Terkait dengan kasus sang bos, segenap manajemen dan pegawai PLN turut prihatin dan berharap agar Sofyan dapat menjalani proses hukum dengan tabah. Manajemen menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
 
"Kami serahkan kepada KPK seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. Manajemen PLN selalu bersikap kooperatif manakala dibutuhkan dalam rangka penyelesaian kasus hukum yang terjadi," jelas Dwi.
 
Semalam, KPK resmi menahan Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir (SFB), tersangka kasus dugaan korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.
 
Sofyan yang mengenakan rompi tahanan pasrah dijebloskan ke bui. Dia akan kooperatif mengikuti semua proses hukum yang berjalan di KPK.
 
"Sudah ya, doain saja, kati ikuti prosesnya," kata Sofyan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
 
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Sofyan akan mendekam di rumah tahanan (Rutan) Gedung KPK Merah Putih, untuk 20 hari pertama. Penahanan di lakukan demi kepentingan penyidikan.
 
"SBF ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK Kavling K-4," kata Febri.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif