Kasus Khashoggi Bisa Picu Harga Minyak ke USD100/Barel

Suci Sedya Utami 23 Oktober 2018 21:33 WIB
minyak mentah
Kasus Khashoggi Bisa Picu Harga Minyak ke USD100/Barel
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengatakan kasus jurnalis asing Jamal Khashoggi memicu gejolak di Timur Tengah.

Menurut Tumiran ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada pergerakan harga minyak dunia yang makin meningkat. Dia menyebut bahkan bisa jadi berpotensi menuju USD100 per USD.

"Kasus wartawan itu suatu kasus yang unpredictable yang pengaruhnya terhadap masalah minyak, maka price-nya akan naik," kata Tumiran dalam diskusi energy outlook di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Tumiran mengatakan jika minyak dunia makin naik tentu akan makin membebani devisa negara. Di sisi lain produksi minyak mentah dalam negeri pada realitasnya makin menurun.

Alih-alih mendapatkan keuntungan bagi ekspor minyak mentah, namun kenyataannya Indonesia masih tetap harus impor karena ketidakcukupan pasokan.

"Kalau bisa sampai USD100 apa kita kuat membebankan ke devisa kita sementara industri kita belum tumbuh ekspor kita belum tumbuh," ujar dia.

Oleh karenanya Tumiran menambahkan agar Indonesia tidak terus menerus menjadi importir maka harus mengurangi kebutuhan terhadap energi fosil atau BBM. Dia bilang satu-satunya jalan yakni dengan makin mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Sebagai informasi kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi berbuntut protes di berbagai bidang. Sejumlah pengusaha menarik diri dari Konferensi Investasi di Arab Saudi dan menunda kerja sama bisnis dengan negara tersebut.

Di bidang energi harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap sanksi-sanksi AS terhadap Iran serta ketegangan antara AS dan Arab Saudi atas hilangnya Khashoggi.

Pedagang khawatir ketegangan yang memburuk antara kedua negara dapat mengakibatkan pembatasan produksi minyak mentah global. Namun kenaikan minyak mentah lebih lanjut tertahan oleh ekspektasi produksi minyak serpih AS dan persediaan minyak mentah AS yang lebih tinggi.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik USD0,14 menjadi menetap di USD71,92 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD0,63 atau 0,8 persen menjadi ditutup pada USD81,41 per barel di London ICE Futures Exchange.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id