Pasang <i>Rooftop</i> Solar Wajib Izin ke PLN
Ilustrasi atap panel surya. (FOTO: AFP)
Jakarta: Pemerintah menyatakan masyarakat yang ingin menggunakan rooftop solar atau surya panel atap diwajibkan meminta izin terlebih dahulu pada PT PLN (Persero).

Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 tentang penggunaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap oleh konsumen PT PLN. Peraturan tersebut telah berlaku sejak 16 November 2019.

"Konsumen PT PLN (Persero) yang berminat membangun dan memasang Sistem PLTS Atap harus mengajukan permohonan pembangunan dan pemasangan Sistem PLTS Atap kepada General Manager Unit IndukWilayah/Distribusi PT PLN (Persero) yang dilengkapi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis," demikian bunyi beleid di pasal tujuh peraturan tersebut yang dikutip Selasa, 27 November 2018.

Persyaratan administrasi tersebut paling sedikit memuat nomor identitas konsumen PLN. Selain itu konsumen juga wajib melampirkan permohonan perubahan mekanisme pembayaran tenaga listrik prabayar menjadi pascabayar.

Adapun persyaratan teknis yang dicantumkan yaitu besaran data terpasang sistem PLTS Atap, spesifikasi teknik peralatan yang akan dipasang dan diagram satu garis.

Nantinya PLN akan mengevaluasi dan memverifikasi permohonan untuk diberikan persetujuan paling lama lima belas hari kerja dari permohonan yang diterima. Apabila konsumen belum memenuhi persyaratan, PLN akan menyampaikan pemberitahuan tertulis untuk melengkapi selambat-lambatnya dua hari kerja. Kekurangan kelengkapan persyaratan bisa disampaikan paling lambat 15 hari kerja.

Sementara itu konsumen PLN yang melakukan pembangunan dan pemasangan sistem rooftop solar dengan daya terpasang lebih tinggi dari 200 kVA wajib memiliki izin operasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagalistrikan.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id