ICP Oktober Meningkat ke USD77,56/Barel
Blok Migas. Dok : AFP.
Jakarta: Tim Harga Minyak Indonesia menghitung rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Oktober 2018 mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan sebelumnya.

ICP Oktober 2018 mencapai USD77,56 per barel atau naik USD2,68 per per barel dari September sebesar USD74,88 per barel. Kenaikan juga dialami oleh ICP Sumatera Light Crude (SLC) sebesar USD2,71 per barel. Sementara dari USD75,38 per barel di September menjadi USD78,09 per barel.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober 2018 dibandingkan September mengalami peningkatan menjadi sebagai berikut :

- Dated Brent naik sebesar USD2,30 per barel dari USD78,85 per barel menjadi USD81,15 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar USD0,67 per barel dari USD70,08 per barel menjadi USD70,76 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar USD2,40 per barel dari USD77,18 per barel menjadi USD79,58 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD1,52 per barel dari USD79,11 per barel menjadi USD80,63 per barel.

Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional diakibatkan oleh beberapa faktor yakni berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) Oktober 2018. Terdapat penurunan produksi minyak dunia sebesar 40 ribu barel per hari menjadi 100,30 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh penurunan produksi dari negara-negara Non-OPEC.
 
Selain itu, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok distillate, stok gasoline dan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2018 lebih rendah dibandingkan stok distillate, stok gasoline dan produksi minyak mentah AS pada akhir September 2018:

- Stok distillate AS lebih rendah 5,7 juta barel menjadi 130,4 juta barel.
- Stok gasoline AS lebih rendah 5,9 juta barel menjadi 229,3 juta barel.
- Produksi minyak mentah AS lebih rendah 200 ribu barel per hari menjadi 10,9 juta barel per hari.

Penyebab lainnya adalah berdasarkan publikasi MOMR OPEC Oktober terdapat penurunan penggunaan oil rig dunia (tidak termasuk Tiongkok dan FSU) dibandingkan bulan sebelumnya sejumlah 24 rig menjadi 1.800 rig.

"Berlanjutnya kekhawatiran pasar atas suplai minyak dunia akibat rencana implementasi sanksi AS kepada Iran pada 4 November 2018. Analisa Platts memperkirakan ekspor minyak mentah dan kondensat Iran pada Oktober 2018 turun sebesar 1,81 juta barel per hari, juga menjadi penyebab kenaikan harga minyak internasional," ujar Tim Harga Minyak Indonesia seperti dilansir dari laman resmi Ditjen Migas, Selasa, 6 November 2018.

Sentimen positif pasar atas kesepakatan antara AS, Kanada, dan Meksiko pada North American Free Trade Agreement (NAFTA) diperkirakan akan meningkatkan kondisi perekonomian negara -negara tersebut. Sehingga berpotensi meningkatkan permintaan minyak serta badai Michael yang memengaruhi penurunan produksi minyak AS di Oktober 2018, menaikkan harga minyak mentah Oktober 2018.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor:

- Tingkat permintaan Tiongkok meningkat karena dipengaruhi potensi penimbunan stok menjelang musim dingin. Serta tingginya pengeluaran atas proyek pembangunan infrastruktur untuk menstimulasi perekonomian.
- Berdasarkan publikasi MOMR OPEC Oktober 2018, Manufacturing Purchasing Manager Index (PMI) India (Nikkei) meningkat hingga 52,2 di September 2018 dibandingkan Agustus 2018 sebesar 51,7.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id