Illustrasi. MI/PANCA SYURKANI.
Illustrasi. MI/PANCA SYURKANI.

Target Investasi Sektor Listrik Makin Rendah

Ekonomi investasi ekonomi indonesia pameran kelistrikan
Annisa ayu artanti • 10 Januari 2019 19:56
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan investasi di sektor ketenagalistrikan di 2019 lebih rendah dibanding tahun lalu dari USD12,2 miliar menjadi USD12,04 miliar.

Namun Dirjen Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Someng mengatakan angka ini apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2018 yang sebesar USD11,28 miliar. Andy menjelaskan beberapa kendala dalam investasi salah satunya mengenai percepatan pembangunan kapasitas lalu pembebasan lahan serta sistem birokrasi di tanah air.

"Sebenarnya ini terkait dengan membangun di sistem yang bisa kita dapatkan kalau kita mau membutuhkan perubahan investasi yang besar," kata Andy di kantor Ditjen Kelistrikan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Januari 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Adapun nilai investasi tahun depan akan diperuntukkan bagi commercial operation date (COD) atau operasi komersial pembangkit listrik yang ditargetkan 3.976 MW, pembangunan transmisi dan distribusi serta pembangunan gardu induk. Sementara itu untuk realisasi tahun lalu yang sebesar USD11,28 miliar di antaranya berasal dari investasi PLN USD6,813 miliar, independent power producer (IPP) USD3,779 miliar, public private utility (PPU) USD0,141 miliar, izin operasi (IO) USD0,460 miliar, serta asosiasi pabrikan USD0,093 miliar.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengatakan dari segi pencapaian cukup baik. Namun memang target realisasi yang lebih rendah dari target dikarenakan adanya perubahan perubahan COD. Sebab ia bilang nilai investasi sangat menyesuaikan COD.

Selain itu penurunan investasi serta realisasinya dikarenakan belum semua data dari PLN dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masuk. Serta pelaporan data dari dunia industri yang juga belum dimasukkan.

"Terus terang data masih banyak yang belum masuk," jelas Jisman. 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi