Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)
Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)

Tarif Listrik Tak Naik di 2019

Ekonomi listrik pembangkit listrik pln kementerian esdm tarif listrik
Suci Sedya Utami • 11 Januari 2019 07:48
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tidak akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) di tahun politik 2019. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat yang nantinya diharapkan bisa berkontribusi terhadap tingkat konsumsi dalam pembentukan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, kebijakan itu diambil untuk menarik minat investor menanamkan uang di Indonesia dengan membangun pabrik di dalam negeri karena tarif listriknya murah.

"Kalau listriknya tersedia banyak dan harganya terjangkau pasti orang senang datang ke sini," kata Andy, di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Januari 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Apalagi, kata Andy, saat ini harga minyak mentah dunia tengah mengalami penurunan ke level USD60-an per barel, tingkat inflasi rendahm dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terjaga sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikkan tarif listrik. Bahkan, apabila kondisi berbalik karena pengaruh dunia yang tidak bisa diprediksi, Andy yakin dengan insentif berupa pematokan harga atau Domestic Market Obligaton (DMO) batu bara untuk listrik di level USD70 per ton mampu menjadi bantalan bagi PT PLN (Persero).

"Capping batu bara itu cukup baik dan buat bernafas PLN," jelas dia.

Ditemui secara terpisah Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengakui DMO turut menjaga sisi keuangan apabila tidak ada penaikan harga TDL di tengah harga-harga komoditas yang naik. Selain itu, efisiensi terus dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan keuangan.

"Kami bisa lakukan efisiensi dengan baik, misalnya, meningkatkan efisiensi operasionalnya, kemudian kita mengangkut pembangkit yang lebih murah, yang transmisinya dekat," jelas Sarwono.

Sebagai informasi, besaran tarif tenaga listrik periode Januari-Maret 2019 ditetapkan sama besarnya dengan besaran tarif tenaga listrik sebelumnya, yaitu periode Oktober-Desember 2018. Besaran tarif ini juga sama dengan tarif yang berlaku sejak 2017. Berikut adalah tarif listrik yang berlaku:

- Rp997/kWh untuk pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 Industri besar dengan daya 30 MVA ke atas.
- Rp1.115/kWh untuk pelanggan tegangan menengah, yaitu B-3 Bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemerintah dengan daya di atas 200 kVA.
- Rp1.467/kWh untuk pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum.
- Rp1.645/kWh untuk pelanggan Layanan Khusus.
- Rp1.352/kWh untuk rumah tangga daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM) (belum diterapkan tariff adjustment).


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi