Perusahaan Italia Gagal Kelola Blok Makassar Strait

Annisa ayu artanti 22 Oktober 2018 20:44 WIB
migas
Perusahaan Italia Gagal Kelola Blok Makassar Strait
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Medcom/Annisa Ayu.
Jakarta: Perusahaan energi asal Italia Eni gagal mendapatkan hak kelola wilayah kerja atau blok migas Makassar Strait.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan ada persyaratan yang tidak dipenuhi Eni saat mengajukan penawaran. Hal tersebut sangat mempengaruhi penilaian tim dalam mengevaluasi proposal yang diajukan.

"Ada syarat lain yang enggak dipenuhi sehingga penawaran Eni dengan sendirinya gugur," kata Arcandra saat membacakan keputusan pemenang lelang enam blok migas di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Migas Djoko Siswanto menegaskan dalam syarat dan ketentuan ada beberapa poin yang harus dipenuhi. Misalnya poin ABC dipenuhi oleh Eni, namun poin D belum dilengkapi.

Mereka masih ingin menegosiasikan poin D. Namun bagi pemerintah bila sudah menentukan syarat dan ketentuan maka tidak bisa dinegosiasikan atau ditawar-tawar lagi.

"Menurut dia (poin) itu mempengaruhi komersial, tapi  menurut kita ini kewajiban," kata Djoko.

Djoko mengatakan ada kemungkinan pemerintah akan melelang ulang blok tersebut di lelang tahap ketiga. Dia bilang Eni diperbolehkan ikut mengajukan proposal kembali pada lelang selanjutnya.

VP Exploration Eni Muara Bakau B.V Davide Casini Ropa mengatakan pihaknya masih tertarik untuk mengikuti lelang ulang. Dia mengatakan perusahaannya tertarik dengan Cekungan Kutai (Kutai Basin) yang di dalamnya terdapat Blok Makassar Strait.

"Tentu karena itu potensial untuk kegiatan eksplorasi," jelas dia.

Blok Makassar Strait memiliki luas 1.555 km persegi berada di offshore Selat Makassar. Hingga kini blok tersebut  masih memproduksi minyak 716 barel per hari namun untuk gas hanya 1,4 mmscfd.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id