Ilustrasi penjual gas 3 kg. Foto: dok MI.
Ilustrasi penjual gas 3 kg. Foto: dok MI.

Tambah Subsidi Gas 3 Kg untuk Aktivitas Ekonomi Rakyat Desa

Ekonomi elpiji 3 kg
Ade Hapsari Lestarini • 16 Januari 2020 18:31
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) diimbau untuk menambah subsidi produk gas 3 kilogram (kg) demi menjaga dan mendorongaktivitas perekonomian rakyat pedesaan.
 
"Itu sekaligus untuk memberi tanda bahwa NKRI masih memiliki subsidi yang merata yang bisa dirasa membantu menopang hidup keseharian rakyat yang miskin maupun sedikit di atas ambang/ukuran kemiskinan yang diterapkannya," kataKetua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Menurut dia,Pemerintah punya cara untuk mengambil atau mengurangi hal-hal yang membantu (subsidi) rakyatnya yang miskin, seperti subsidi gas 3 kg dan listrik 450 watt. Itu dipikirkan dengan maksimal oleh negara ketimbang menjaga tata kelola uang rakyat dibeberapa badan hukum seperti BPJS Kesehatan agar bisa membantu perawatan dirinya serta di BUMN keuangan nonbank seperti Jiwasraya dan ASABRI.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal uang itu semua bersumber dari investasi rakyat yang tidak miskin. Pengurangan subsidi dilakukan dengan dalih untuk meringankan keuangan negara. Pada saat yang sama malah terjadi kebocoran uang negara, namun itu tidak dihirau dengan baik," jelasnya.
 
Dia mengatakan, jika terkait uang rakyat, Pemerintah terlihat sangat mudah untuk mengambil dan dinilai tidak peduli menjaga uang itu.
 
"Lantas, bagaimana dengan keharusan manajemen negara Pancasila yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat? Ditemukan konsep welfare state untuk lindungi kesejahteraan ekonomi dan sosial rakyat Indonesia, khususnya yang kurang beruntung?" tambah dia.
 
Hal ini menurutnya sepertipola manajemen yang tanpa perlu belajar untuk memahami bagaimana tata kelola subsidi yang baik untuk membantu ringankan rakyat. "Tanpa subsidi yang ditata kelola dengan baik dan adil, maka negara akan memanen rasa ketidakadilan," ujarnya.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan LPG 3 kg merupakan salah satu komponen subsidi terbesar yang mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
"Kita ingin mengendalikan, karena itu salah satu kontribusi subsidi terbesar di republik ini," kata Ego ditemui di kantor SKK Migas, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Ego mengatakan saat ini Kementerian ESDM tengah membangun sistem untuk mendistribusikan subsidi tertutup tersebut. Mekanisme subsidi tertutup yakni langsung disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak membutuhkan. Sebab saat ini pengguna LPG tabung melon tidak dibatasi, artinya masyarakat yang mampu saat ini masih bisa mengonsumsi LPG 3 kg.

 
Dalam skema awal subsidi tertutup yang dirancang tahun lalu, masyarakat yang layak mendapatkan elpiji subsidi akan membeli sesuai harga keekonomian. Namun selisih dari harga keekonomian dan harga yang disubsidi akan ditransfer melalui kartu-kartu bantuan sosial.
 
Dia menjelaskan untuk mekanisme terbaru di tahun ini pemerintah masih belum menentukan metode pemberian subsidi yang dimaksud.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif