Blok Makassar Strait dan Selat Panjang Dilelang Ulang

Suci Sedya Utami 16 November 2018 09:44 WIB
migaskementerian esdm
Blok Makassar Strait dan Selat Panjang Dilelang Ulang
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Foto: Kementerian ESDM)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Blok Makassar Strait di Kalimantan Timur (Kaltim), dan Blok Selat Panjang di Jambi dilelang ulang tahun ini. Sebelum dilelang, Kementerian ESDM akan melakukan peninjauan kembali mengenai alasan kenapa kedua blok tersebut belum diminati.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan pihaknya akan kembali melalang blok-blok tersebut secapatnya. Kedua blok ini pernah dilelang pada Agustus lalu, namun tidak mendapatkan pemenang. "Saya usahakan tahun ini yang khusus Makassar Strait dan Selat Panjang," kata Arcandra, di Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Arcandra tidak memungkiri kedua blok tersebut perlu ditinjau ulang karena terdapat beberapa masalah. Tinjauan hukum, lanjut Arcandra, pun akan dilakukan. Misalnya untuk Blok Makassar Strait terkait masalah teknis. Blok ini awalnya menyatu dengan proyek ultra laut dalam (Indonesian Deepwater Development/IDD).

Pemerintah ingin mengeluarkan Blok Makassar Strait dengan proyek IDD yang dikeola Chevron Indonesia yang tujuannya agar lebih efisien. Adapun pemisahan tersebut membuat Chevron tidak meneruskan kontrak dengan Blok Makassar Strait setelah habis kontrak di 2020.

Chevron berpandangan jika dipisahkan dengan Blok Rapak dan Ganal dalam proyek IDD maka Blok Makassar Strait tidak ekonomis. Akhirnya pemerintah melelang Blok Makassar Strait di mana perusahaan energi asal Italia Eni sempat ikut dalam lelang tersebut.

Namun karena ada beberapa persyaratan yang tidak dipenuhi Eni, pemerintah memutuskan untuk tidak menetapkan sebagai pemenang lelang. Dirjen Migas Djoko Siswanto mengatakan dalam lelang ulang Eni masih berminat untuk ikut. Hal tersebut ia sampaikan usai kembali dari kunjungan kerja ke Italia.

Sementara itu, untuk Blok Selat Panjang, pemerintah masih menangani masalah hukum yang membelit. Sebab kontraktor eksisting Petroselat yang mengelola blok tersebut mengalami pailit. Pemerintah berharap lelang ulang ini bisa berjalan dengan baik.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id