B20; Dok ; Pertamina.
B20; Dok ; Pertamina.

Kilang Plaju Hasilkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Ekonomi energi terbarukan
Suci Sedya Utami • 24 Januari 2019 16:26
Palembang: Pertamina Refinary Unit (RU) III meluncurkan bahan bakar ramah lingkungan dalam bentuk biosolar 20 persen (B20) di Kilang RU III Plaju. Peluncuran bahan bakar ramah lingkungan ini perdana yang dilakukan oleh Pertamina.
 
Peluncuran ini merupakan komitmen dalam menjalankan kebijakan pemerintah sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 41 Tahun 2018 untuk menerapkan penggunaan campuran BBM jenis Solar dengan minyak nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) sebesar 20 persen.
 
"Launching Biosolar (B-20) ini menunjukkan bahwa Pertamina Refinery Unit III Plaju siap mendukung program Pemerintah dan memenuhi security of supply khususnya di daerah Sumbagsel melalui sinergi bersama dengan Marketing Operation Region II Sumbagsel untuk melakukan produksi dan menyalurkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan kepada masyarakat ujar," GM RU III Plaju, Yosua I M Nababan dalam peluncuran tersebut, Kamis, 24 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kilang Plaju telah memperbaiki sarana fasilitas penerimaan FAME maupun produksi B20 dalam waktu cukup cepat. Kilang Plaju mampu mengolah pasokan FAME dari suplayer dengan kapasitas 30 ribu-40 ribu kiloliter (kl) per bulan. FAME diterima melalui kapal dan disalurkan melalui rumah pompa minyak fuel di area storage tanki untuk dicampurkan dengan solar sebagai B-20. Setelah itu di lifting melalui sarana fasilitas kapal maupun pipeline ke TBBM wilayah Sumsel dan Lampung.
 
Kilang Plaju merupakan salah satu dari 30 lokasi yang ditentukan menerima FAME dengan pertimbangan kebutuhan B-20 untuk Provinsi Sumsel dan Lampung sebanyak 3.500-5.000 kl per hari. Saat ini secara reguler dapat dipenuhi seluruhnya dari RU III Plaju yang mampu menghasilkan Biosolar (B-20) 180 ribh-200 ribu kl per bulan.
 
Injeksi FAME 20 persen ke dalam produk Solar dapat memberikan potensi kualitas yang lebih baik pada produk. Pjs General Manager MOR II Hendrix Eko Verbriono mengatakan B-20 memiliki keunggulan CetaNe number di atas 50 yang artinya lebih tinggi bila dibandingkan dengan CetaNe number solar murni yakni 48.
 
"Semakin tinggi angka CetaNe, semakin sempurna pembakaran sehingga polusi dapat ditekan. Kerapatan energi pervolume yang diperoleh juga makin besar. Selain itu, campuran FAME menurunkan sulfur pada produk diesel tersebut," ujar Hendrix.
 
Penerapan bahan bakar ramah lingkungan ini tentunya juga berdampak pada pengendalian angka impor BBM sehingga diharapkan ikut mendukung stabilitas nilai rupiah dan menghemat devisa negara. Selain itu dengan pemanfaatan minyak sawit tentu berpartisipasi menyejahterakan petani sawit dengan menjaga stabilisasi harga serta mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi