Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)

Geliat Investasi Hulu Migas Masih Belum Panas

Ekonomi migas skk migas
Suci Sedya Utami • 22 April 2019 10:21
Jakarta: Geliat investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas) sepanjang kuartal I-2019 masih belum menggembirakan.
 
Mengutip data dari Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), Senin, 22 April 2019 realisasinya hingga akhir Maret baru 15 persen dari target USD14,79 miliar atau senilai USD2,22 miliar.
 
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan ada beberapa kegiatan yang memang masih progress terutama kegiatan pemboran, pemeliharaan fasilitas dan kegiatan operasi lainnya, sehingga biayanya belum dibebankan dan terlihat masih rendah. Namun dia mengharapkan geliatnya akan makin meningkat di kuartal selanjutnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kuartal II diharapkan akan lebih baik figures-nya," kata Wisnu.
 
Namun dia bilang realisasi tersebut sebetulnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu. Wisnu menyebutkan pada periode yang sama di 2018, realisasinya sebesar USD2,01 miliar atau 14, persen dari target USD14,2 triliun.
 
"Jadi ada peningkatan sekitar 10 persen kalau dibandingkan dengan kuartal I-2018," ujar dia.
 
Sementara itu Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan investasi tersebut bisa ditekan agar lebih efisien. Masih rendahnya investasi tersebut, menurut Arcandra bukan karena tidak bergairah namun karena bisa diefisiensikan.
 
Arcandra mencontohkan misalnya pada pengajuan awal kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memasukkan nilai investasi sebesar USD10 milar. Namun setelah investasi digunakan untuk membangun dan dievaluasi oleh otoritas ternyata biaya yang digunakan tidak mencapai USD10 milar, hanya USD7 mliar. Artinya ada biaya yang bisa dihemat USD3 miliar.
 
"USD3 miliarnya kita cut, enggak benar nih cost-nya USD10 miliar karena pada POD (Plan of Development) kita lihat enggak mungkin segitu, cuma USD7 miliar. Ini efisiensi namanya. Jadi tidak bisa dikatakan tidak sesuai target," tutur dia.
 
SKK Migas mencatat kegiatan pemboran eksplorasi sepanjang kuartal I sebanyak 15 sumur, sementara pemboran di sumur pengembangan mencapai 61 sumur.
 
Sementara untuk produksi migas sepanjang kuartal I mencapai 2.073 ribu barel setara minyak yang terdiri dari produksi minyak bumi 765 ribu barel per hari dan produksi gas bumi sebesar 1.08 ribu barel per hari setara minyak.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif