Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Jaksa Agung M Prasetyo (kiri). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Jaksa Agung M Prasetyo (kiri). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Sri Mulyani Gembira Gugatan IMFA Dimenangkan Kejagung

Ekonomi sengketa pengadilan
Ilham wibowo • 01 April 2019 19:15
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya berhasil memenangkan gugatan arbitrase yang diajukan Indian Metal Ferro & Alloys Limited (IMFA) terhadap Pemerintah Indonesia. Kegigihan ini menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp6,68 triliun.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hasil ini membuktikan Pemerintah Indonesia tidak bisa ditekan untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang terbukti dilakukan pihak IMFA itu sendiri. Bahkan, pada awalnya IMFA menggugat Pemerintah Indonesia hingga Rp8,2 triliun.
 
"Hari ini saya mendapatkan berita gembira dari Jaksa Agung bahwa kita memenangkan gugatan arbitrase yang dilakukan IMFA di Netherland, saya sangat senang," kata Ani sapaan Sri di komplek Kejagung, Jakarta, Senin, 1 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gugatan diajukan oleh IMFA pada 24 Juli 2015 dengan alasan adanya tumpang tindih izin usaha pertambangan (IUP) yang dimiliki oleh PT Sumber Rahayu Indah dengan tujuh perusahaan lain akibat permasalahan batas wilayah yang tidak jelas. Menurut Ani, pihak IMFA terbukti lalai lantaran invetasi yang dilakukan tidak disertai proses due diligence atau penyelidikan penilaian kinerja perusahaan.
 
Baca juga: Pemerintah Menangkan Gugatan Arbitrase IMFA
 
"Kalau kita gagal atau kalah harus bayar gugatan Rp8,2 juta triliun plus ongkos perkara dan ternyata dalam konteks ini dimana dianggap perusahaan tersebutlah yang melakukan due diligence sehingga tidak bisa menyalakan kepada pemerintah," paparnya.
 
Ani mengaku tambah gembira lantaran upaya hukum yang dilakukan selama empat tahun belakangan ini juga mengharuskan pihak IMFA membayar biaya perkara. Anggaran negara untuk Kejagung dihemat sebesar USD2,9 juta atau sekitar Rp50 miliar.
 
"Ini setara hampir Rp50 miliar, kita berterima kasih leadership Jaksa Agung tidak hanya cegah kerugian negara kalau kalah tapi juga kembalikan uang perkara kita," ujarnya.
 
Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan keberhasilan memenangkan gugatan tersebut lantaran kerja sama tim terpadu yang dibentuk dari Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tim Penanganan Gugatan Arbitrase IMFA. Dalam PP tersebut, Presiden Joko Widodo memberi kuasa khusus kepada Prasetyo sebagai leading sector.
 
"Keberhasilan ini ditempuh melalui perjalanan panjang dan kerja keras tim terpadu, di bawah kendali wakil presiden dan pengacara Kejaksaan Agung sebagai leading sektor," kata Prasetyo.
 
Keberhasilan ini juga menunjukan keseriusan negara dalam menjaga pengelolaan kekayaan sumber daya alam. Peristiwa ini penting dicermati untuk menjadi contoh ketelitian semua pihak terutama saat berurusan dengan investasi pihak asing.
 
"Ini menunjukkan kesungguhan kita menjaga pengelolaan sumber daya alam agar terselenggara dengan baik sehingga tidak merugikan terutama penguasaan asing, harus kita jaga," ucapnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif