Ilustrasi - - Foto: AFP
Ilustrasi - - Foto: AFP

Kementerian ESDM Dorong SKK Migas Lanjutkan Proyek Flow Meter

Ekonomi migas kementerian esdm produksi minyak
Suci Sedya Utami • 14 Juni 2019 22:09
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung langkah Satuan Keja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) untuk melanjutkan pengerjaan proyek alat ukur produksi minyak bumi atau flow meter tahun ini.
 
"Alhamdulillah kalau bisa lanjut kita dukung," kata Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Juni 2019.
 
Namun, SKK Migas terlebih dahulu akan melakukan studi lebih lanjut agar pemasangan flow meter sesuai yang diharapkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lanjut tapi kami mau studi engineering ," kata Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurahman.
 
Selain itu, SKK Migas juga akan melakukan proses tender ulang secara terbuka. Fatar bilang pemasangan flow meter nanti tergantung dari kesiapan kontraktor pemenang tender berdasarkan desain yang akan dibuat oleh SKK Migas.
 
"Kalau tahun dulu kan desainnya tidak mengikuti standard engineering. Kontraktor bilang sanggup, tapi kenyataannya saat dipasang tidak sesuai," tutur Fatar.
 
Sebelumnya, Kementerian ESDM meminta SKK Migas melanjutkan proyek pemasangan alat ukur produksi minyak bumi. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pihaknya sebagau regulator telah memberikan amanat pada SKK Migas selaku pelaksana agar menuntasan kewajiban pemasangan flow meter.
 
Alat ukur tersebut sebelumnya dikerjakan oleh PT Global Haditech. Perusahaan yang bergerak di instrumen rekayasa dan berkantor pusat di Bekasi ini telah memenangkan tender yang digelar SKK Migas.
 
Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor BAC-148/012A-ULP/2017SKK Migas, Global Haditech merupakan salah satu dari 68 perusahaan yang mendaftar menjadi perusahaan pengadaan flow meter. Dari jumlah tersebut hanya sembilan perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran.
 
Setelah melakukan evaluasi dokumen penawaran, SKK Migas menyatakan Global Haditech memenangkan tender. Perusahaan itu menawarkan harga sebesar Rp 58,190 miliar, lebih rendah dari total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan SKK Migas untuk proyek flow meter sebesar Rp 59,547 miliar.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif