Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Luhut Minta Pembangunan PLTA Sungai Kayan Dipercepat

Ekonomi listrik pembangkit listrik energi listrik
Suci Sedya Utami • 26 Juli 2019 16:05
Jakarta: Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta studi kelayakan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan Bulungan di Kalimantan Utara segera diselesaikan agar bisa memulai konstruksi. Hal itu dengan harapan bisa mendukung terwujudnya ketahanan energi di Tanah Air.
 
Luhut mengutarakan hal itu dalam rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero). Dalam kesempatan itu, Luhut meminta agar konstruksinya bisa dimulai pada tahun depan.
 
"Saya minta semua harus selesai tahun ini. Harus bisa konstruksi dalam satu tahun ke depan," tegas Luhut, di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Juli 2019, seraya menambahkan proyek PLTA Sungai Kayan Bulungan menyedot investasi sebesar USD2 miliar atau setara Rp28 triliun. Proyek ini memiliki kapasitas sebesar 1.350 mega watt (MW).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Direktur Pengadaan I PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, PLN mendukung percepatan pembangunan PLTA tersebut. Apabila terealiasi, lanjutnya, PLTA Sungai Kayan Bulungan akan menjadi PLTA terbesar di Indonesia.
 
"Harapannya Indonesia punya PLTA paling besar," tutur Inten.
 
Lebih jauh, dia mengatakan, PLTA Kayan nantinya akan mengaliri listrik Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning serta untuk memasok listrik fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) di daerah tersebut.
 
Ia mengungkapkan biasanya untuk bisa dioperasikan secara komersial PLTA butuh waktu lima hingga enam tahun dari konstruksi. "Ini akan mendukung industri smelter di sana. Jadi memang butuh listrik di sana dan itu hanya bisa dipenuhi oleh PLTA," pungkas Inten.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif