Divestasi Freeport Sedang Berproses
Ilustrasi tambang Freeport. (FOTO: AFP)
Jakarta: Ketua Fraksi Hanura DPR-RI Inas N Zubir menuturkan bahwa divestasi saham PT Freeport Indonesia sedang berproses.

Menurut dia, proses divestasi saham Freeport ini harus melalui tahapan yang cukup panjang. Sebelum melakukan transaksi pembayaran, masih ada proses di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan pembahasan perubahan AD/ART.

"Kemudian pelaporan anti-trust (di Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Filipina, India, dan KPPU Indonesia) atau dengan kata lain bahwa divestasi Freeport tersebut sedang berproses," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Dia mengatakan dalam kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR sama sekali tidak ada substansi tentang tahapan penyelesaian pengambilalihan 51 persen saham Freeport oleh PT Inalum (Persero).

Selain itu dia pun menyoroti kesimpulan RDP Komisi VII pada 17 Oktober 2018 tentang divestasi Freeeport yang ditandatangani ketua rapat, yang tak lain adalah anak buah Prabowo Subianto dan beredar luas di media sosial.

"Kesimpulan RDP tersebut mengatakan bahwa divestasi saham Freeport belum terealisasi dan DPR meminta pemerintah memberi pernyataan yang benar kepada rakyat," lanjut dia.

Selain itu substansi tentang progres pengambilalihan Freeport yang tercantum dalam agenda rapat, sama sekali tidak disimpulkan dalam laporan singkat komisi VII tersebut.

"Padahal arti realisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah 'proses menjadikan nyata atau terwujud'. Selain itu dalam rapat tersebut juga menghadirkan Dirut Inalum dan Dirut Freeport yang datang untuk menjelaskan progres dan proses divestasi Freeport," tambahnya.

Oleh karena itu Komisi VII sebagai mitra Inalum seharusnya lebih perhatian terhadap hambatan yang menyebabkan belum terwujudnya divestasi Freeport tersebut dan bahkan harus memberikan dukungan karena menyangkut kepentingan bangsa Indonesia dalam menguasai sumber daya alamnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id