Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/PANCA SYURKANI)
Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/PANCA SYURKANI)

Porsi BBM untuk Pembangkit Listrik Turun

Ekonomi listrik pembangkit listrik bbm kementerian esdm tarif listrik
Ilham wibowo • 05 Januari 2019 08:17
Jakarta: Porsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam bauran energi primer untuk pembangkit listrik tercatat menurun sepanjang 2018. Penggunaannya bakal terus dikurangi untuk menekan biaya produksi.

"Pangsa BBM pembangkit tenaga listrik realisasi di 2018 sebesar lima persen," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, di ruang Sarula, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan di 2017 yang masih enam persen dan 6,96 persen di 2016. Nilai penurunan itu terbilang signifikan saat dibandingkan dengan di 2014 yang masih 11,81 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Porsi BBM menurun sehingga biaya produksi listrik lebih efisien," ungkapnya. Lebih lanjut, masih kata Jonan, komoditas batu bara tercatat masih mendominasi bauran energi primer tenaga listrik yakni sebesar 60,5 persen. Sementara 22,1 persen lainnya dihasilkan dari gas bumi.

Jonan optimistis pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bisa mendorong bauran energi primer. Saat ini, kontribusinya sudah mencapai 12,4 persen.   "Mengembangkan energi terbarukan setempat dan menjaga agar harga listrik kompetitif dan tetap terjangkau bagi rakyat," pungkasnya.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi