Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Pesanan Kapal Belum Rampung, Galangan SOCI Terancam Ditutup

Ekonomi emiten pertamina
Angga Bratadharma • 02 Mei 2019 11:16
Jakarta: PT Pertamina (Persero) memesan dua kapal tonase 17.500 DWT kepada PT Multi Ocean Shipyard (MOS), anak usaha PT Sochie Lines Tbk ( SOCI) sedari 2014.Sayangnya hingga saat ini kapal kedua kapal itu belum rampung, justru galangan kapal tersebut terancam di tutup Pemerintah Kabupaten Karimun karena kerap kali mengalami kecelakaan kerja.
 
Berdasarkan laporan keuangan SOCI kuartal I-2019 yang diumumkan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan pesanan satu kapal dengan tonase 17.500 DWT hingga laporan keuangan tersebut disusun baru mencapai 92,929 persen. Padahal, pemesanan sudah dilakukan sejak 7 Mei 2014 dan harus diserahkan 24 bulan sejak perjanjian.
 
Kemudian diperpanjang hingga semester I-2019. Masih berdasarkan laporan keuangan SOCI tersebut, nasib kapal pesanan Pertamina kedua juga mengalami hal yang sama atau hingga 31 Maret 2019 baru mencapai 93,7 persen. Padahal kapal tersebut harus diserahkan 24 bulan sejak 7 Mei 2014 dan kemudian diperpanjang hingga semester I-2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal saat ini, Pemerintah Daerah Karimun tengah melakukan pemeriksaan atas kelayakan K3 galangan itu karena sering kali mengalami kecelakaan kerja. Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada perusahaan tersebut melakukan pemeriksaan karena kejadian kecelakaan kerja terakhir pada 24 April 2019.
 
"Saya minta kepada Disnaker Karimun untuk turun ke lapangan (Galangan MOS) dan surat sudah kami layangkan untuk mereka melakukan audit," kata dia, seperti dikutip dari keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Sementara itu, di tempat terpisah Kadisnaker Kabupaten Karimun Hazmi Yuliansyah mengatakan, pihaknya telah meminta secara tegas ke PT MOS untuk melakukan pengauditan secara internal dalam jangka waktu satu bulan.
 
"Jika dalam perintah yang kita layangkan kepihak perusahaan juga tidak diindahkan maka kita dari pemerintah daerah yang akan meminta tim audit eksternal melakukan pengauditan namun beban biaya ditanggung oleh pihak PT MOS," tuturnya.
 
Hazmi mengatakan, pihak Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri yang akan melakukan pengawalan audit di PT MOS, termasuk izin dan legalitas yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
 
"Maka kita lihat nanti, di mana untuk mengambil tindakan itu harus sesuai prosedur, meski kewenangan ada di pemda. Untuk itu kita lihat dari segi izinnya dan hal ini akan kita konsultasikan ke pusat," pungkas Hazmi.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif