Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Potensi Energi Pulau Sumatera Luar Biasa

Ekonomi pertamina kementerian bumn
Ilham wibowo • 19 Maret 2019 13:34
Pekanbaru: Pulau Sumatera dinilai sebagai lokasi dengan sumber daya energi yang melimpah. Kondisi ini perlu dimanfaatkan negara untuk kepentingan masyarakatnya.
 
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memastikan potensi energi ini akan dioptimalkan. Tujuannya, kemandirian dan kedaulatan energi yang dikelola anak bangsa bisa tercapai.
 
"Pulau Sumatera luar biasa dalam kemandirian energi. Seluruh potensi ada di Sumatera dengan sawit yang melimpah untuk bioenergi," kata Nicke dalam acara BUMN Goes to Campus di Universitas Riau (Unri) Gobah, Pekanbaru, Selasa, 19 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyampaikan Pertamina telah bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan PT Rajawai Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) untuk pengolahan kelapa sawit. Produk turunan bahan bakar kendaraan bisa dihasilkan mulai dari solar, bensin hingga avtur.
 
"Kami bangun kilangnya di Plaju Palembang dan Dumai, hasilnya dari biodiesel 20 atau B20 nantinya bisa jadi B100," kata Nicke.
 
Ia juga menyampaikan ihwal rencana penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit yang akan ditetapkan Uni Eropa pada 2030. Kehadiran Pertamina pun memberi peluang lain pemanfaatan energi terbarukan terutama bagi kesejahteraan petani kelapa sawit Tanah Air.
 
"Petani sawit jangan berkecil hati ketika Eropa menolak, kelapa sawit bisa menjadikan energi (yang digunakan di Indonesia)," ungkapnya.
 
Selain energi biodiesel, Pulau Sumatera juga dianugerahi oleh cadangan batu bara yang melimpah. Pertamina sudah mulai mengolah batu bara dengan kalori rendah sebagai Dimethyl Ether (DME) atau gas pengganti LPG.
 
Nicke menyakini industri di sektor ini bakal meningkatkan nilai tambah komoditas yang tak laku di pasar ekspor. Proyek hilirisasi batu bara menjadi gas ini dikerjakan antara Pertamina dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Air Product.
 
"Kita sudah bangun (hilirisasi) di Tambang Pranap dan Tanjung Enim konversi batu bara kalori rendah menjadi DME menjadi LPG. Ini penting karena LPG 70 persen masih impor, supaya mandiri yang impor ini bisa digantikan," paparnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif