Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Cerita Jonan Gajinya tak Cukup Beli Mobil Listrik

Ekonomi mobil listrik
Suci Sedya Utami • 29 November 2018 12:37
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong pengembangan dan penggunaan mobil listrik sebagai upaya mengurangi ketergantungan kendaraan terhadap minyak.
 
Namun sayangnya, kata Jonan, harga mobil listrik masih sangat mahal sebab selain produksi yang masih rendah, permintaan juga tidaklah besar. Bahkan, gaji dirinya pun diakui belum mampu untuk membeli mobil listrik.
 
"Kalau beli impor, mobil listrik Tesla itu sebesar Mercy S Class harganya Rp5,5 miliar. Saya bilang uang saya enggak cukup untuk membeli mobil listrik itu," kata Jonan dalam acara Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis, 29 November 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, dirinya mendorong pengembangan mobil tersebut agar produksinya makin massal sehingga harganya bisa lebih terjangkau. Dia meyakini dengan hadirnya mobil listrik bisa membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dilakukan.
 
Lebih lanjut mantan Menteri Perhubungan ini menambahkan pemerintah sangat serius untuk mendorong industrialisasi kendaraan listrik. Ia bilang listriknya nanti bisa bersumber dari energi primer yang besar seperti batu bara, gas alam, geotermal, air, tenaga surya, angin dan lain sebagainya.
 
"Kita serius enggak bangun mobil listrik ini. Ini bisa dilihat dari ketergantungan impor tadi," jelas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif