Ilustrasi. (FOTO: dok MI/Atet)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI/Atet)

PLN Tambah Utang Rp28 Triliun di Tahun Ini

Ekonomi pln
Suci Sedya Utami • 27 Juni 2019 16:50
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) berencana menambah utang hingga USD2 miliar atau setara Rp28,3 triliun pada tahun ini.
 
Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan komposisi dari jumlah tersebut bisa diisi melalui penerbitan surat utang atau bond,serta pinjaman langsung ke perbankan. Dia mengatakan penerbitan surat utang akan sangat tergantung dari kondisi pasar keuangan.
 
"Tahun ini kita akan tambah lagi mungkin kuartal tiga atau empat . Kita lihat kalau dana kita cukup mungkin nanti antara USD1 miliar hingga USD2 miliar," kata Sarwono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sarwono mengatakan utang tersebut bakal digunakan untuk mendanai proyek-proyek kelistrikan PLN. Dia bilang tahun ini investasi PLN mencapainya sekitar Rp90 triliun. Dari jumlah tersebut, kata Sarwono, banyak juga yang mesti ditambal melalui penarikan utang.
 
"Sekarang baru 40 persen, sisanya nanti cukup banyak utang juga," tutur dia.
 
Sementara itu posisi utang outstanding PLN hingga kuartal I-2019 sebesar Rp394,2 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp387,4 triliun.
 
Plt Direktur Utama PLN Djoko R Abumanan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR mengatakan dalam kurun waktu sejak akhir 2015 hingga kuartal pertama 2019, pertambahan utang PLN sebesar Rp160,7 triliun.
 
Namun, kata Djoko yang juga sebagai Direktur Pengadaan Strategis I PLN ini, jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tambahan penyerapan investasi diperiode yang sama sebesar Rp334,7 triliun.
 
"Hal ini menunjukkan keuangan PLN yang sehat karena dapat memanfaatkan sumber pendanaan internal," kata Djoko.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif