Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Lima KKKS dengan Lifting Migas Terbesar di Semester I

Ekonomi migas
Suci Sedyautami • 09 Juli 2019 20:51
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting atau produksi siap jual migas hingga semester I mencapai 1,808 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) atau 90 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar dua juta BOEPD.
 
Jumlah tersebut terdiri dari lifting minyak mentah sebesar 752 ribu barel per hari (BOPD) atau 97 persen dari target. Lifting gas bumi sebesar 5.913 juta kaki kubik (MMSCFD) atau 1,056 juta BOEPD yakni sebesar 86 persen dari target.
 
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan terjadi decline atau penurunan secara alamiah sekitar 15-20 persen pada mayoritas lapangan tua di Indonesia. Namun dengan upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru, onstream proyek baru dan pemeliharaan yang optimal akan membuat decline bisa ditekan dan diminimalkan di bawah lima persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Realisasi lifting migas memang belum mencapai target karena kemampuan cadangannya yang perlu dijaga untuk terus optimal. Jangan sampai water cut-nya naik, namun demikian stok minyak juga di minimalkan, sehingga dalam beberapa bulan terakhir, lifting minyak lebih besar dari produksinya," tutur Wisnu, di Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Dari jumlah tersebut, SKK Migas mencatat terdapat lima kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan capaian lifting terbesar. Untuk lifting minyak mentah yakni;
 
1. PT Chevron Pacific Indonesia (PCI) sebesar 194 ribu BOPD.
2. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebesar 220 ribu BOPD.
3. Pertamina EP sebesar 80 ribu BOPD.
4. Pertamina Hulu Mahakam sebesar 37 ribu BOPD.
5. Pertamina Hulu Energi sebesar 29 ribu BOPD.
 
Sedangkan untuk lima KKKS dengan lifting gas bumi terbanyak yakni;
1. BP Tangguh sebesar 971 MMSCFD atau 174 ribu BOEPD.
2. Chonocophillips Grissik sebesar 827 MMSCFD atau 148 ribu BOEPD.
3. Pertamina EP sebesar 768 MMSCFD atau 137 ribu BOEPD.
4. Pertamina Hulu Mahakam sebesar 662 MMSCFD atau 118 ribu BOEPD.
5. ENI Muara Bakau sebesar 589 MMSCFD atau 105 ribu BOEPD.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif