Wamen ESDM Minta 3,6 Juta Barel Minyak Mengendap Dimanfaatkan

Suci Sedya Utami 11 September 2018 13:05 WIB
migasminyak mentah
Wamen ESDM Minta 3,6 Juta Barel Minyak Mengendap Dimanfaatkan
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Foto: Kementerian ESDM)
Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan terdapat 3,6 juta barel minyak bumi dengan status dead stock yang hingga kini belum bisa diolah dan tidak dimanfaatkan. Dead stok atau unpumpable stock merupakan minyak mentah hasil pengeboran yang mengendap di dalam tangki dan tidak dapat dipompa untuk disalurkan.

Dead stock minyak mentah berada pada tangki-tangki fasilitas produksi milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tersebar di seluruh Indonesia. Arcandra menginginkan agar volume stok minyak mentah yang selama ini mengendap dapat dimanfaatkan untuk dijual sehingga bisa menambah penerimaan negara di sektor migas.

"Pemerintah menginginkan stok-stok yang selama ini tidak bisa dipompa dan diam di tangki itu bisa dibersihkan dan bisa kita jual. Sehingga yang dinamakan dead stock yang selama ini diam menjadi bermanfaat," kata Arcandra, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Selasa, 11 September 2018.



Selama ini minyak mentah yang mengendap tersebut menjadi beban biaya yang harus dibayarkan oleh negara melalui skema recovery. Hal ini dianggap tidak efisien dan berpotensi mengurangi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas.

Lebih jauh untuk mengurangi beban pada negara, Arcandra yakin, dengan teknologi yang dimiliki KKKS bisa melakukan konversi stok yang mengendap tersebut untuk bisa dimanfaatkan dan dijual. "Teknologinya ada dari beberapa opsi nanti kita evaluasi mana yang secara teknologi layak dan secara keekonomian masuk," pungkas Arcandra.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id