PGN. MI/Ramdani.
PGN. MI/Ramdani.

PGN Butuh Rp12,5 Triliun Bangun 4,7 Juta Sambungan Jargas

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn)
Husen Miftahudin • 12 Februari 2019 16:15
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bakal membangun 4,7 juta sambungan jaringan gas (jargas). Pembangunan yang ditarget kelar pada 2025 itu membutuhkan investasi sekitar Rp12,5 triliun.
 
"Total capex (capital expenditure) perkiraannya Rp12,5 triliun dalam lima tahun. Penugasannya dari Kementerian ESDM ke Pertamina dan ke PGN," kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Selain dari internal PGN, sebut Gigih, anggaran proyek tersebut berasal dari APBN, korporat, partnership pihak ketiga, hingga Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Namun Gigih enggan menjelaskan kocek PGN yang akan dikeluarkan untuk proyek tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Biaya yang dikeluarkan) PGN sendiri belum tahu, kita sedang menghitung dulu," ungkap dia.
 
Pada tahun ini, PGN berencana membangun 800 ribu sambungan jargas dengan biaya sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Anggaran pembangunan berasal dari APBN dan non-APBN.
 
"Tahun ini yang dibangun pakai APBN itu 70 ribu sambungan. Sementara yang selebihnya itu dari kita," ungkapnya.
 
Sebagian besar jargas akan dibangun di kota-kota besar, kabupaten, hingga tingkat kecamatan yang memiliki sumber gas. Namun Gigih memastikan, nantinya, pembangunan jargas akan dilakukan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
 
"Kita masih lakukan study basic engineering design, yang pasti semuanya, merata. Sementara yang sudah ada eksisting pipa lebih cepat (pembangunannya), terutama yang punya pasokan sumber gasnya," tutup Gigih.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif