KESDM Fokus Tingkatkan Aktivitas Migas ke <i>Offshore</i>
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Kementerian ESDM)
Jakarta: Indonesia masih punya potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang cukup melimpah di laut. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan fokus meningkatkan aktivitas hulu migas dari lapangan onshore beralih ke daerah lepas pantai maupun laut dalam (offshore).

"Di hulu migas, 50 tahun yang lalu produksinya sekitar 60-70 persen berada di darat. Nah, sekarang kita fokuskan mau kerjakan di laut," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat menghadiri sarasehan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Korps Hiu Kencana, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat, 14 September 2018.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan produksi migas di darat kurang berjalan optimal akibat faktor alamiah seperti sumur yang menua. Meski demikian, Jonan tidak menampik saat ini produksi lapangan migas onshore masih menjadi andalan bagi sektor migas nasional.

"Masih ada Blok Rokan, salah satu (blok minyak) terbesar di Asia, dan di 2021 akan dialihkelola Pertamina dari Chevron. Produksinya pernah 1,5 juta barel per hari. Saat ini produksi minyak nasional saja hanya sekitar 700 barel per hari," ungkap Jonan.

Di masa mendatang, beberapa proyek hulu migas offshore yang menjadi prioritas untuk segera digenjot produksinya adalah Blok East Natuna, Blok Masela di Maluku, hingga Blok di Papua seperti West Berau maupun Cendrawasih Bay II.

"Cadangan migas baru harus ditemukan," tegas Jonan.

Selain itu, pemerintah tengah mempercepat penyelesaian proyek pengembangan laut dalam atau yang dikenal dengan istilah Indonesia Deepwater Development (IDD) seperti lapangan Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha dan Gandang.

Demi mendukung aktivitas tersebut, lanjutnya, pemerintah berharap korps angkatan laut turut membantu aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas yang dilakukan oleh Kementerian ESDM. "Saya berharap kepada satuan-satuan khusus seperti kapal selam berperan dalam membantu kegiatan bangsa dan negara ini untuk lebih baik," harapnya.

Selain itu, Jonan ingin keterlibatan Tentara Nasional Republik (TNI) AL dalam menjaga aset sektor ESDM. "Ada banyak anjungan-anjungan lepas pantai berukuran besar di aktivitas hulu migas berhenti pilihannya di-abandon (buang) atau diserahkan kepada TNI AL untuk digunakan sebagai pos pengamatan," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id