Dwi Soetjipto Diminta Tingkatkan Cadangan Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami
Jakarta: Mantan Dirut Pertamina  Dwi Soetjipto resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dwi menggantikan Amien Sunaryadi yang habis masa jabatannya pada 18 November lalu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Dwi melakukan berbagai cara untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas (migas). Saat ini wilayah kerja atau blok terminasi serta blok yang diperpanjang diwajibkan menyerahkan komitmen kerja pasti (KKP).

Dana KKP tersebut  bisa digunakan untuk melakukan ekplorasi wilayah-wilayah potensial yang kiranya terdapat cadangan migas. 
Dia bilang komitmen kerja pasti saat ini telah tersedia sebesar USD2 miliar.

"Itu untuk 10 tahun ke depan. Ini untuk eksplorasi," kata Jonan dalam pelantikan Dwi di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Selanjutnya, Dwi diminta menyelesaikan wilayah kerja terminasi yang akan jatuh tempo pada 2023. Termasuk membantu Dirjen Migas Djoko Siswanto untuk melelang wilayah kerja terminasi.

Selain itu, Dwi juga diminta mengubah skema cost recovery pada kontrak kerja sama yang tersisa pada saat habis kontrak sehingga menjadi skema gross split. Terakhir, meningkatkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di setiap kegitan hulu migas.

"Kalau bisa diadakan di dalam negeri, ya diadakan. Kalau tidak bisa, ya tidak." tutur dia.

Lebih jauh Jonan pun berpesan agar Dwi menanggalkan kepentingan pribadi selama menjabat Kepala SKK Migas. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengangkat mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas. Dwi pun telah dilantik oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id