Tahun Ini, 10 Blok Migas Ditargetkan Gunakan Gross Split

Suci Sedya Utami 15 November 2018 21:26 WIB
migas
Tahun Ini, 10 Blok Migas Ditargetkan Gunakan <i>Gross Split</i>
Illustrasi. Dok;AFP.
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 10 blok migas akan menggunakan skema bagi hasil atau gross split.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam seminar bertema berburu lapangan migas baru. Arcandra mengatakan dari target tahun ini, enam blok telah menggunakan skema gross split, artinya masih kurang empat blok lagi.

"Sampai akhir tahun targetnya 10 blok baru yang menggunakan gross split. Sekarang sudah enam," kata Arcandra di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis, 15 November 2018.

Arcandra mengatakan sejak diberlakukan pada Januari 2017 hingga saat ini telah 30 blok yang menggunakan skema gross split. Apabila ditambah target yang belum di tahun ini akan menjadi 34 blok hingga akhir 2018.

Empat blok migas tambahan yang diincar menggunakan gross split di antaranya  Blok South Andaman, Blok South Saka Kemang Onshore Sumatera Selatan, Blok Anambas, Serta Blok Maratua. Ke empatnya sedang dalam proses lelang konvensional saat ini.

Sementara itu 30 blok yang sudah menggunakan gross split di antaranya 11 blok atau wilayah kerja (WK) merupakan hasil lelang tahun 2017 dan 2018. Hasil lelang 2017 di antaranya WK Andaman I, Andaman II, Merak Lampung, Pekawai dan West Yamdena. Sedangkan hasil lelang 2018 yakni WK Citarum, East Ganal, East Seram, Southeast Jambi, South Jambi B dan Banyumas.

Sedangkan sisa 19 WK lainnya merupakan WK terminasi yang masa kontraknya berakhir mulai 2017 hingga 2022. WK yang kontraknya berakhir 2017 adalah Offshore North West Java. Sedangkan yang berakhir 2018 adalah North Sumatera Offshore, Ogan Komering, South East Sumatera, Tuban, Sanga-Sanga dan East Kalimantan.

WK migas yang kontraknya berakhir tahun 2019 adalah Jambi Merang, Raja/Pendopo, Bula dan Seram-Non Bula. Kontrak yang berakhir 2020 yaitu Malacca Straits, Brantas, Salawati dan Kepala Burung.

Sementara WK yang kontraknya berakhir 2021 adalah Rokan. WK yang berakhir 2022 ialah WK Tarakan, WK Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) dan WK Tungkal.

Arcandra berharap penawaran WK migas tahap III-2018 berjalan baik sehingga jumlah WK yang menggunakan skema gross split semakin banyak. Skema ini diharapkan menggairahkan kembali investasi migas di Indonesia sebab dinilai memberikan banyak  keuntungan dan kemudahan bagi investor.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id