Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Jokowi Dua Periode Positif bagi Pengusaha Batu Bara

Ekonomi batu bara pertambangan presiden jokowi
Suci Sedya Utami • 02 Juli 2019 11:33
Jakarta: Berakhirnya kemelut pemilihan presiden dan terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai presiden periode 2019-2024 membuat lega para pengusaha tambang batu bara.
 
Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) pun memandang positif kepemimpinan Jokowi yang akan berlanjut ke lima tahun mendatang.
 
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan hal ini memberin sinyal yang baik bahwa arah pembangunan ke depan tidak akan mengalami perubahan yang signifikan, sebab biasanya berganti pemimpin akan berganti pula kebijakannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maksudnya lima tahun terakhir kita sudah jalananin, positif memberikan kepastian," kata Hendra pada Medcom.id,Senin, 2 Juli 2019.
 
Apalagi, kata Hendra, Jokowi dalam periode pertama sangat mendorong pembangunan infrastruktur kelistrikan. Hal tersebut tercermin dari pembangunan proyek pembangkit 35 ribu megawatt.
 
Hendra bilang dorongan pada proyek kelistrikan tentu menjadi angin segar bagi pengusaha di sektor batu bara. Pasalnya pembangkit-pembangkit tersebut dipasok menggunakan batu bara.
 
"Ini tentunya memberikan harapan ke depan bahwa demand batu bara dalam negeri diperkirakan akan meningkat. Kita melihat suatu hal yang positif," tutur dia.
 
Kendati Hendra pun menyadari pemerintah juga mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sehingga lambat laun energi fosil seperti batu bara juga akan tergantikan. Namun, tentu pengembangan EBT pun masih memerlukan waktu yang panjang. Sehingga dirinya meyakini batu bara masih akan memiliki peran yang besar untuk 10 tahun mendatang.
 
"Meskipun pemerintah dorong EBT tapi peran batu baranya masih cukup tinggi. Ya 5-10 tahun ke depan masih tinggi," jelas Hendra.
 
Sebelumnya, KPU resmi menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Penetapan itu diambil melalui forum rapat pleno terbuka. Pleno tersebut dilakukan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.
 
"Menetapkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2019 nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.067.362 atau 55,5 persen dari total suara sah," kata Ketua KPU Arief Budiman saat rapat pleno terbuka.
 
Penetapan Jokowi-Ma'ruf sebagai capres dan cawapres terpilih ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU nomor 1185/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VI/2019 dan Berita Acara nomor 152/PL.01.9-BA/KPU/VI/2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif