Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Subsidi Dipangkas

Menteri ESDM Usul Penyesuaian Harga Solar

Ekonomi Solar
Suci Sedyautami • 15 Juli 2019 20:55
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan adanya penyesuaian harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di tahun depan.
Usulan tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rapat kerja bersama dengan Komisi VII DPR. Usulan tersebut disampaikan Jonan agar bisa mendapatkan masukan dari DPR sebab subsidi solar untuk tahun depan berkurang.
 
Dalam pembahasan di Komisi VII, subsidi solar disepakati maksimal Rp1.500 per liter. Namun ketika dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR, subsidi ditetapkan sebesar Rp1.000 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kesepakatan awal.
 
"Ini saya sampaikan saja karena saya dapat paparan dari menkeu tadi maksimal Rp1.000. Ini kalau sampai diketok tentunya mungkin kita akan lihat apakah perlu ada adjustment atau penyesuaian eceran di 2020 yang harga eceran Rp5.150 per liter sekarang," kata Jonan menyampaikan masukan tersebut di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, rapat kerja antara Komisi VII Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR RI) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepakati besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp1.500 per liter di 2020. Besaran tersebut lebih rendah dibandingkan dengan usulan Kementerian ESDM sebesar Rp2.000 per liter.
 
Angka kesepakatan tersebut juga sama seperti subsidi di tahun ini. "Subsidi tetap minyak solar (gas oil 48) (batas atas) Rp1.500 per liter," kata Ketua Komisi VII Gus Irawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 20 Juni 2019.
 
Kesepakatan ini nantinya akan dibawa ke dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI untuk kemudian dijadikan pertimbangan dalam penyusunan Rancangan Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
 
Anggota Komisi VII Maman Abdurrahman menjelaskan alasan mengapa pihaknya menurunkan besaran subsidi yang disepakati. Dia mengatakan subsidi lebih baik dialokasikan lebih banyak untuk elpiji tiga kg. Berdasarkan pantauan di banyak wilayah ketika terjun ke daerah pemilihan (dapil), para legislator kerap kali menerima aspirasi masyarakat terkait elpiji tiga kg.
 
Menurutnya banyak masyarakat yang kurang mampu yang mendapatkan tidak mendapatkan elpiji tiga kg. "Melihat subsidi solar tidak terlepas dari upaya untuk melakukan konversi ke gas. Kami usulkan subsidi Solar yang mayoritas enggak tepat sasaran dialihkan lebih banhyak ke elpiji tiga kg," kata Maman.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif