PGN Tunggu Kesepakatan Semua Pihak Soal Wacana DMO Gas

Annisa ayu artanti 26 April 2018 23:01 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
PGN Tunggu Kesepakatan Semua Pihak Soal Wacana DMO Gas
PGN (ANT/Eric Ireng).
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menunggu kesepakatan seluruh kepentingan terkait rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerapkan harga gas khusus listrik seperti halnya harga batu bara untuk sektor kelistrikan.

Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan, dalam hal ini PGN mendukung rencana pemerintah. PGN akan memberikan masukan mengenai wacana peraturan ini kepada pemerintah. Namun, rencana ini harus melalui kesepakatan bersama.

"Dalam kebijakan memang kita aktif memberikan masukan ke pemrintah. Tentu kita memberikan masukan seperti hal yang terjadi di batu bara, apabila diterapkan ke gas tentunya akan ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama," kata Danny di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis, 26 April 2018.


Danny juga menambahkan, jika harga gas khusus untuk kelistrikan diterapkan berarti harus juga diatur besar alokasi gasnya. PGN pun berharap aturan ini bisa mendapatkan alokasi khusus tersebut dari pemerintah.

"Alokasi khusus dari sektor hulu diharapkan bisa diberikan dari pemerintah langsung," sebut dia.

Sebelumnya, setelah menerbitkan peraturan tentang harga batu bara khusus untuk dalam negeri (DMO) listrik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuat peraturan lagi tentang harga gas khusus untuk pembangkit listrik.

Direktur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy N Sommeng menjelaskan, harga gas yang masih terlalu mahal membuat pemanfaatan gas untuk pembangkit listrik tidak optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan gas itu adalah mematok harga gas.

Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 45 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Pembangkit listrik menyatakan PT PLN atau BUPTL dapat membeli gas bumi melalui pipa di plant gate dengan harga paling tinggi 14,5 persen dari Indonesia Crude Price (ICP). Tetapi kondisi saat ini harga minyak dunia terus berfluktuasi dan posisi terakhir di USD60 per barel, kondisi itu dinilai masih mahal untuk sehingga penyerapan gas untuk pembangkit PLN tidak optimal.

"Dari data statistik harga yang dibeli PLN berapa ternyata hampir rata-rata14,5 persen. Bahkan sekarang kalau 14,5 persen ICP USD60 berarti sekitar USD8 per mmbtu. Jadi berat juga kan. Saya bilang USD7 per mmbtu kan. Kalau naik terus gimana (harga ICP)? Makanya gas itu perlu ada treatment khusus, di migas ada DMO, harga khusus DMO," kata Andy di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Selasa 24 April 2018.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360