Pemerintah Godok Formula ICP Supaya Mendekati Realisasi Pasar

Annisa ayu artanti 26 Mei 2018 06:02 WIB
migasgaskementerian esdm
Pemerintah Godok Formula ICP Supaya Mendekati Realisasi Pasar
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menggodok formula harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) agar harganya tidak terlalu jauh dengan realisasi pasar dunia. Langkah itu penting dilakukan dalam rangka menjaga daya saing harga minyak Indonesia.

Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan, saat ini terjadi selisihi yang cukup besar antara level ICP dengan level harga minyak di negara lain. Padahal kualitas minyak Indonesia tidak terlalu jauh berbeda.

"Formula ICP kan dated Brent plus minus alfa. Selama ini minus masih besar datanya dan kita mau dekatkan minusnya jadi setengah atau satu dolar saja," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat malam, 25 Mei 2018.

Djoko menjelaskan formula baru nanti akan tetap mengacu Brent. Namun koefisien alfa akan diubah. Dengan demikian level ICP mendekati realisasi pasar dunia. "Perubahannya kita mau lebih dekat ke harga realisasi pasar," ucap Djoko.

Seperti diketahui berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 2556K/12/MEM/2017 tentang Penetapan Formula Harga Minyak Mentah Indonesia Periode Juli 2017 Sampai Dengan Juni 2018 menyatakan formula harga minyak mentah dihitung berdasarkan publikasi dated Brent + alpha.

Datet Brent ditentukan berdasarkan rata-rata publikasi selama bulan berjalan. Sementara alpha dihitung berdasarkan rata-rata publikasi bulan berjalan atau rata-rata publikasi dua bulan yaitu bulan berjalan dan bulan sebelumnya dengan mempertimbangkan kesesuaian kualitas minyak mentah dan perkembangan harga minyak mentah nasional serta ketahanan energi nasional.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id