Pascadivestasi, Kerusakan Lingkungan Papua Masih Tanggung Jawab Besar Freeport

Suci Sedya Utami 22 Oktober 2018 21:05 WIB
freeport
Pascadivestasi, Kerusakan Lingkungan Papua Masih Tanggung Jawab Besar Freeport
Freeport Indonesia. Dok: AFP.
Jakarta: PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero) menyatakan pihaknya akan ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan di Papua akibat operasional tambang PT Freeport Indonesia selama ini.

Namun Head of Corporate Communications and Government Relations Inalum Rendi Witular mengatakan tanggung jawab Inalum terkait lingkungan pascadivestasi hanya sebatas kepemilikan saham sebelum divestasi yakni sebesar 9,36 persen. Dia bilang bukan porsi 51 persen saat ini pascadivestasi.

"Untuk lingkungan tetap tanggung jawab yang porsi sebelumnya dong 9,36 persen. Kita kan dulu punya 9,36 persen. Kita tanggung jawabnya sebesar porsi itu," kata Rendi pada Medcom.id, Senin, 22 Oktober 2018.

Rendi menjelaskan tanggung jawab terbesar merupakan tugas pemilik saham utama terdahulu Freeport McMoRan. Sebelum divestasi induk usaha PT Freeport Indonesia itu memegang saham mayoritas 90,64 persen.

"Pemilik saham yang dulu kan 90,64 persen itu Freeport McMoRan," jelas Rendi.

Sebelumnya isu lingkungan menjadi perbincangan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI. Sebab isu lingkungan tersebut dianggap mempengaruhi transaksi.

Apabila isu lingkungan tidak bisa diselesaikan maka dianggap transaksi senilai USD3,85 miliar pun tidak akan terjadi.

"Apakah dalam perjanjian yang ada faktor-faktor lingkungan juga telah menjadi satu pertimbangan Kalau itu dipertimbangkan, maka akan menjadi bebab siapa," tanya Ketua Komisi VII Gus Irawan.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id